Banteng Lawas Turun Gunung Gerilya Menangkan Eri-Armudji
Jum'at, 13 November 2020 - 18:33 WIB
loading...
Sejumlah kader senior PDIP Surabaya gerilya memenangkan Eri Cahyadi. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Setelah 10 tahun meninggalkan hiruk pikuk dunia politik di Kota Surabaya, tokoh senior PDIP Surabaya , Saleh Ismail Mukadar (SIM), turun gunung untuk pilkada Surabaya. (Baca juga: Blitar Rencanakan Belajar Tatap Muka, Wali Murid Sebut Tak Efektif )
"Sepuluh tahun saya tidak aktif di politik. Tapi hari ini saya sengaja hadir untuk mendukung Eri Cahyadi dan Armudji, untuk memastikan Surabaya tetap menjadi kota yang toleran dan kota yang pro wong cilik," kata Saleh Mukadar di posko Banteng Lawas, Surabaya, Jumat (13/11/2020).
Tampak foto Saleh bersama mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH menghiasi dinding posko. Saleh menjelaskan, kehadirannya bersama kader-kader PDIP Surabaya 'lawas' bisa menggerakkan masyakarat untuk memilih calon kepala daerah Surabaya yang bisa menjaga Surabaya agar semakin baik lagi.
Saleh menekankan pentingnya menjaga Surabaya sebagai kota yang penuh keberagaman. Sebab, lanjutnya, Surabaya adalah satu-satunya kota besar di Indonesia yang masih bisa menjaga toleransi dari adanya hiruk-pikuk perpolitikan. (Baca juga: Pilbup Bandung, Ponpes Miftahul Huda Instruksikan Ribuan Alumni Dukung Bedas )
"Sepuluh tahun saya tidak aktif di politik. Tapi hari ini saya sengaja hadir untuk mendukung Eri Cahyadi dan Armudji, untuk memastikan Surabaya tetap menjadi kota yang toleran dan kota yang pro wong cilik," kata Saleh Mukadar di posko Banteng Lawas, Surabaya, Jumat (13/11/2020).
Tampak foto Saleh bersama mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH menghiasi dinding posko. Saleh menjelaskan, kehadirannya bersama kader-kader PDIP Surabaya 'lawas' bisa menggerakkan masyakarat untuk memilih calon kepala daerah Surabaya yang bisa menjaga Surabaya agar semakin baik lagi.
Saleh menekankan pentingnya menjaga Surabaya sebagai kota yang penuh keberagaman. Sebab, lanjutnya, Surabaya adalah satu-satunya kota besar di Indonesia yang masih bisa menjaga toleransi dari adanya hiruk-pikuk perpolitikan. (Baca juga: Pilbup Bandung, Ponpes Miftahul Huda Instruksikan Ribuan Alumni Dukung Bedas )
Lihat Juga :