Isu Video Mesum Diprediksi Muncul di Debat Publik Kedua Pilkada Pangkep
Jum'at, 13 November 2020 - 16:36 WIB
loading...
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf. Foto: Dokumentasi pribadi
A
A
A
MAKASSAR - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar , Ibnu Hadjar Yusuf memprediksi isu kasus video mesum yang diduga diperankan oleh elit politik Pangkep, bakal muncul pada debat publik kedua yang berlangsung pada Minggu, 15 November.
Ibnu sapaannya menekankan agar para pasangan calon untuk bersiap. Karena mau tidak mau, isu tersebut sangat relevan dengan Kabupaten Pangkep yang dikenal sebagai daerah religius.
"Sulsel khususnya Pangkep dikenal dengan masyarakat religius, mayoritas muslim. Tentu isu seperti itu sangat sensitif. Suku Bugis-Makassar itu kan sangat anti perbuatan asusila. Perilaku tidak etis, tidak bermoral. Efeknya pasti besar, negatif terhadap orangnya, terhadap partai apalagi momen pilkada. Bisa saja menurunkan pilihan masyarakat terhadap partai atau partai pengusung figur si A atau si B. Yang muncul adalah antipati, kejengkelan dan malu-maluin. Di debat mendatang saya yakin akan ada pertanyaan tidak terduga, bisa saja secara langsung atau tidak langsung akan dibahas," kata Ibnu dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat(13/11/2020).
Baca juga: Ketua FUIB Pangkep Serukan Pilih Pemimpin Religius
Apalagi menjelang hari pencoblosan kata Ibnu, kemunculan video mesum tersebut juga banyak dibicarakan di tengah-tengah masyarakat Pangkep.
Ibnu sapaannya menekankan agar para pasangan calon untuk bersiap. Karena mau tidak mau, isu tersebut sangat relevan dengan Kabupaten Pangkep yang dikenal sebagai daerah religius.
"Sulsel khususnya Pangkep dikenal dengan masyarakat religius, mayoritas muslim. Tentu isu seperti itu sangat sensitif. Suku Bugis-Makassar itu kan sangat anti perbuatan asusila. Perilaku tidak etis, tidak bermoral. Efeknya pasti besar, negatif terhadap orangnya, terhadap partai apalagi momen pilkada. Bisa saja menurunkan pilihan masyarakat terhadap partai atau partai pengusung figur si A atau si B. Yang muncul adalah antipati, kejengkelan dan malu-maluin. Di debat mendatang saya yakin akan ada pertanyaan tidak terduga, bisa saja secara langsung atau tidak langsung akan dibahas," kata Ibnu dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat(13/11/2020).
Baca juga: Ketua FUIB Pangkep Serukan Pilih Pemimpin Religius
Apalagi menjelang hari pencoblosan kata Ibnu, kemunculan video mesum tersebut juga banyak dibicarakan di tengah-tengah masyarakat Pangkep.
Lihat Juga :