Djoko Santoso, Jenderal yang Low Profil dan Sederhana
Minggu, 10 Mei 2020 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Di kalangan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), jejak karier Djoko praktis tidak tercela. Dia juga tidak ada kaitan dengan masalah bisnis, perusahaan, dan yayasan TNI yang sering menimbulkan permasalahan nasional.
Suami dari Angky Retno Yudianti ini dikenal sebagai sosok “low profile”. Kesederhanaan Djoko Santoso dimulai dari kecil. Djoko Santoso yang menyadari bahwa ayahnya hanya pensiunan guru dan penghasilan yang pas-pasan, harus bekerja keras untuk mewujudkan impiannya. Pernikahannya dengan Angky Retno dikaruniai dua anak, Andika Pandu dan Ardya Pratiwi Setyawati.
Jenderal bintang empat ini juga terkenal dengan kesederhanaannya. Atas prestasinya, Djoko Santoso pun berhasil mengantongi berbagai bintang tanda jasa dan medali. Mulai dari Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Bhayangkara Utama, hingga Bintang Jasa Gemilang dari Angkatan Bersenjata Singapura dan “The Knight Grand Cross of the Most Noble Order of the Crown of Thailand.”
Kini, jenderal berdedikasi ini berpulang setelah berjuang melawan pendarahan otak yang dialaminya. Djoko Santoso sempat menjalani operasi pendarahan otak di RSPAD Gatot Subroto sebelum akhirnya dipanggil Sang Pencipta.
Suami dari Angky Retno Yudianti ini dikenal sebagai sosok “low profile”. Kesederhanaan Djoko Santoso dimulai dari kecil. Djoko Santoso yang menyadari bahwa ayahnya hanya pensiunan guru dan penghasilan yang pas-pasan, harus bekerja keras untuk mewujudkan impiannya. Pernikahannya dengan Angky Retno dikaruniai dua anak, Andika Pandu dan Ardya Pratiwi Setyawati.
Jenderal bintang empat ini juga terkenal dengan kesederhanaannya. Atas prestasinya, Djoko Santoso pun berhasil mengantongi berbagai bintang tanda jasa dan medali. Mulai dari Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Bhayangkara Utama, hingga Bintang Jasa Gemilang dari Angkatan Bersenjata Singapura dan “The Knight Grand Cross of the Most Noble Order of the Crown of Thailand.”
Kini, jenderal berdedikasi ini berpulang setelah berjuang melawan pendarahan otak yang dialaminya. Djoko Santoso sempat menjalani operasi pendarahan otak di RSPAD Gatot Subroto sebelum akhirnya dipanggil Sang Pencipta.
(vit)
Lihat Juga :