Sugiyem TKI asal Pati yang Disiksa Majikan di Singapura Sehingga Alami Luka dan Buta
Kamis, 12 November 2020 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya pada 2017, lanjut dia, KBRI Singapura sudah memberikan kartu Pekerja Indonesia Singapura kepada Sugiyem supaya suatu saat jika ada permasalahan bisa melapor.
"Saya berharap kasus yang menimpa kakaknya ini segera dapat selesai dan majikannya mendapatkan hukuman yang setimpal. Saya juga berharap gaji Sugiyem yang belum dibayarkan dapat segera dibayarkan," ungkap dia. (Bisa diklik: Merapi Siaga, Perumput Masih Cari Pakan Ternak di TNGM)
Sementara Ketua Sekretaris PMI Pati Sugiyono mengatakan, pihaknya hari ini mengunjungi Sugiyem sebagai bentuk keprihatinan terhadap wanita tersebut. Ia berharap kasusnya cepat selesai dan kondisi Sugiyem kembali normal.
"Dari penelusuran sementara yang dilakukan diduga keberangkatan Sugiyem untuk menjadi TKI di Singapura saat itu ilegal. Pasalnya data Sugiyem tidak tercatat dalam sistem komputerisasi Tenaga Kerja (Siskonaker). Namun demikian Pemkab Pati akan tetap berupaya untuk melakukan pendampingan kepada korban. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)," tandasnya.
"Saya berharap kasus yang menimpa kakaknya ini segera dapat selesai dan majikannya mendapatkan hukuman yang setimpal. Saya juga berharap gaji Sugiyem yang belum dibayarkan dapat segera dibayarkan," ungkap dia. (Bisa diklik: Merapi Siaga, Perumput Masih Cari Pakan Ternak di TNGM)
Sementara Ketua Sekretaris PMI Pati Sugiyono mengatakan, pihaknya hari ini mengunjungi Sugiyem sebagai bentuk keprihatinan terhadap wanita tersebut. Ia berharap kasusnya cepat selesai dan kondisi Sugiyem kembali normal.
"Dari penelusuran sementara yang dilakukan diduga keberangkatan Sugiyem untuk menjadi TKI di Singapura saat itu ilegal. Pasalnya data Sugiyem tidak tercatat dalam sistem komputerisasi Tenaga Kerja (Siskonaker). Namun demikian Pemkab Pati akan tetap berupaya untuk melakukan pendampingan kepada korban. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)," tandasnya.
(sms)
Lihat Juga :