Sugiyem TKI asal Pati yang Disiksa Majikan di Singapura Sehingga Alami Luka dan Buta

Kamis, 12 November 2020 - 21:32 WIB
loading...
Sugiyem TKI asal Pati...
Tragis dialami Sugiyem (49) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pati, Jawa Tengah karena disiksa majikannya di Singapura hingga mengalami luka dan buta permanen. Foto iNews TV/Agus Atha S
A A A
PATI - Tragis dialami Sugiyem (49) Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) asal Dukuh Ledok, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pasalnya setelah bekerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Singapura bukannya uang yang didapat tapi justru pulang dengan kondisi yang memprihatinkan. Selain bekas luka di sekujur tubuh akibat disiksa majikannya Sugiyem juga mengalami buta permanen.

Kastono adik Sugiyem mengatakan, saat ini Sugiyem hanya bisa berjalan jika dituntun oleh keluarganya. Kondisinya yang mengalami kebutaan akibat disiksa majikan membuat dia tidak dapat berjalan sendiri.

Dia menerangkan, sebelumnya Sugiyem berangkat ke Singapura untuk menjadi TKI sejak 2015 lalu. Berdasarkan keterangan yang didapat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura Sugiyem saat itu berangkat melalui Batam, Kepri dengan menggunakan proses direct hiring. Direct Hiring adalah sebuah jalur untuk mempermudah pekerja sektor informal kembali bekerja tanpa melalui agensi maupun jasa PPTKIS di Indonesia.

Namun selama dua tahun terakhir ini Sugiyem mengaku kerap mendapat perlakuan kasar dari majikannya yang kedua. (Baca: TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan)

"Sehingga pada 23 Oktober lalu Sugiyem dikembalikan dalam keadaan penuh luka di sekujur tubuhnya dan bahkan tidak bisa melihat karena mengalami kebutaan. Selama mendapat penyiksaan tidak bisa berbuat banyak, pasalnya ponselnya juga disita oleh majikannya. Sehingga pihak keluarga di kampung halaman juga kesulitan untuk dapat mengetahui keadaannya. Sugiyem akhirnya dipulangkan ke Indonesia setelah berhasil melaporkan kondisi yang dialaminya kepada KBRI di Singapura," kata dia.

Sebelumnya pada 2017, lanjut dia, KBRI Singapura sudah memberikan kartu Pekerja Indonesia Singapura kepada Sugiyem supaya suatu saat jika ada permasalahan bisa melapor.

"Saya berharap kasus yang menimpa kakaknya ini segera dapat selesai dan majikannya mendapatkan hukuman yang setimpal. Saya juga berharap gaji Sugiyem yang belum dibayarkan dapat segera dibayarkan," ungkap dia. (Bisa diklik: Merapi Siaga, Perumput Masih Cari Pakan Ternak di TNGM)

Sementara Ketua Sekretaris PMI Pati Sugiyono mengatakan, pihaknya hari ini mengunjungi Sugiyem sebagai bentuk keprihatinan terhadap wanita tersebut. Ia berharap kasusnya cepat selesai dan kondisi Sugiyem kembali normal.

"Dari penelusuran sementara yang dilakukan diduga keberangkatan Sugiyem untuk menjadi TKI di Singapura saat itu ilegal. Pasalnya data Sugiyem tidak tercatat dalam sistem komputerisasi Tenaga Kerja (Siskonaker). Namun demikian Pemkab Pati akan tetap berupaya untuk melakukan pendampingan kepada korban. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)," tandasnya.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dampingi Korban Kekerasan...
Dampingi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Pati, Eva Monalisa: Kami Kawal Sampai Tuntas!
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Kasus Kekerasan Seksual...
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, Selly Ingatkan Menghalangi Penyidikan Bisa Dipenjara 5 Tahun
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Korban Pencabulan Pendiri...
Korban Pencabulan Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati Sudah Lapor Polisi sejak 2024, tapi Malah Dapat Intimidasi
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Rekomendasi
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Berita Terkini
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved