Tenun Sumba Tampil di Panggung Dunia lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza
Selasa, 07 Juli 2026 - 14:05 WIB
loading...
Tenun Sumba tampil dipanggung dunia lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza. Foto/istimewa
A
A
A
NTT - Tenun Sumba kain tradisional khas Nusa Tenggara Timur (NTT) tampil di panggung internasional dalam Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza. Kegiatan tersebut berlangsung di Flower Dome, Gardens by the Bay, Singapura, pada 4 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Kehadiran Tenun Sumba tidak lepas dari peran PT Astra International Tbk melalui Program Desa Sejahtera Astra Sumba Timur Keikutsertaan PT Astra International Tbk menjadi bagian dari rangkaian MASA Singapore 2026: A Sight Into Indonesia's Golden Era. Melalui ajang tersebut, Astra memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menampilkan praktik pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal kepada pengunjung dari berbagai negara.
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan kehadiran Desa Sejahtera Astra Sumba Timur di Singapura merupakan kelanjutan dari upaya perusahaan memperkenalkan kreativitas dan potensi Indonesia ke tingkat global.
Baca juga: Mengenal Tradisi Perempuan Sumba, Merawat Tenun Sumba Tetap Lestari
"Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza menjadi kelanjutan dari upaya bersama untuk memperkenalkan kreativitas Indonesia kepada masyarakat internasional. Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, Astra berharap kisah pemberdayaan masyarakat serta potensi lokal Indonesia dapat semakin dikenal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Desa Sejahtera Astra Sumba Timur merupakan program pemberdayaan yang membina lima desa sentra tenun di Kabupaten Sumba Timur, yakni Kampung Raja Prailiu, Mbatakapidu, Lambanapu, Mauliru, dan Kawangu. Melalui program ini, PT Astra International Tbk mendorong pelestarian Tenun Ikat khas Sumba sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Lihat video: Finalis Putra Putri Tenun dan Songket Diimbau Bijak Bermedsos
Setiap motif tenun yang dihasilkan merepresentasikan identitas budaya, kearifan lokal, serta hubungan erat masyarakat dengan alam dan tradisi leluhur. Saat ini, ekosistem tenun yang dikembangkan Astra telah melibatkan sekitar 250 perajin, dengan 97% di antaranya merupakan perempuan. Program tersebut tidak hanya menjaga warisan budaya tetap hidup, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kehadiran Tenun Sumba tidak lepas dari peran PT Astra International Tbk melalui Program Desa Sejahtera Astra Sumba Timur Keikutsertaan PT Astra International Tbk menjadi bagian dari rangkaian MASA Singapore 2026: A Sight Into Indonesia's Golden Era. Melalui ajang tersebut, Astra memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menampilkan praktik pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal kepada pengunjung dari berbagai negara.
Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan kehadiran Desa Sejahtera Astra Sumba Timur di Singapura merupakan kelanjutan dari upaya perusahaan memperkenalkan kreativitas dan potensi Indonesia ke tingkat global.
Baca juga: Mengenal Tradisi Perempuan Sumba, Merawat Tenun Sumba Tetap Lestari
"Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza menjadi kelanjutan dari upaya bersama untuk memperkenalkan kreativitas Indonesia kepada masyarakat internasional. Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, Astra berharap kisah pemberdayaan masyarakat serta potensi lokal Indonesia dapat semakin dikenal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Desa Sejahtera Astra Sumba Timur merupakan program pemberdayaan yang membina lima desa sentra tenun di Kabupaten Sumba Timur, yakni Kampung Raja Prailiu, Mbatakapidu, Lambanapu, Mauliru, dan Kawangu. Melalui program ini, PT Astra International Tbk mendorong pelestarian Tenun Ikat khas Sumba sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Lihat video: Finalis Putra Putri Tenun dan Songket Diimbau Bijak Bermedsos
Setiap motif tenun yang dihasilkan merepresentasikan identitas budaya, kearifan lokal, serta hubungan erat masyarakat dengan alam dan tradisi leluhur. Saat ini, ekosistem tenun yang dikembangkan Astra telah melibatkan sekitar 250 perajin, dengan 97% di antaranya merupakan perempuan. Program tersebut tidak hanya menjaga warisan budaya tetap hidup, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Lihat Juga :