Diminta Mundur Ganjar, Sekda Blora Akui Tak Miliki Data Perantau
Minggu, 10 Mei 2020 - 08:11 WIB
loading...
Sekda Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi mengakui hingga kini belum ada data tentang jumlah warga Blora yang berada di perantauan. FOTO/BLORAKAB.GO.ID
A
A
A
SEMARANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi mengaku telah melihat video Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memintanya mundur dari jabatan sekda. Dalam video yang viral di media sosial, Ganjar memberi peringatan keras jika tidak paham jumlah perantau terdampak COVID-19, lebih baik mundur.
"Kami sudah melihatnya dan ini bentuk evaluasi kami dengan kepala dinas terkait untuk menindaklanjutinya," kata Komang, Sabtu (8/5/2020).
Dia mengakui hingga kini belum ada data tentang jumlah warga Blora yang berada di perantauan. Untuk itu, belum diketahui jumlah perantau yang membutuhkan bantuan akibat terdampak pandemi COVID-19. Termasuk besaran dana untuk warga Blora di tanah rantau hingga kini belum dianggarkan.(Baca juga: Viral, Ganjar Minta Sekda Blora Mundur )
"Untuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), non-DTKS itu kan sudah jelas dari pusat berapa, dari provinsi seperti apa, kemudian dari kabupaten kota seperti apa. Nah untuk yang perantau ini seperti apa?," katanya.
"Emang pada saat penyusunan anggaran itu kita belum dapat informasi (jumlah perantau), belum dapat data. Sehingga kita belum berani menganggarkan seperti itu sebenarnya. Kan belum jelas berapa orangnya, berapa harus kita anggarkan," katanya.
Meski demikian, dia memastikan akan menyiapkan anggaran bagi perantau yang membutuhkan jika sudah terdapat data. Oleh karenanya, dia memerintahkan dinas-dinas terkait untuk bergerak cepat melakukan pendataan jumlah perantau.
"Tapi sebenarnya kalau itu sudah ada (data perantau), kita enggak masalah. Itu secara regulasi dibenarkan, kemudian itu bagaimana nanti pendataannya dan sebagainya kita enggak masalah, dan anggarannya ada. Artinya ada itu dari belanja tidak terduga nanti bisa digunakan untuk itu (perantau)," katanya.
"Kami sudah melihatnya dan ini bentuk evaluasi kami dengan kepala dinas terkait untuk menindaklanjutinya," kata Komang, Sabtu (8/5/2020).
Dia mengakui hingga kini belum ada data tentang jumlah warga Blora yang berada di perantauan. Untuk itu, belum diketahui jumlah perantau yang membutuhkan bantuan akibat terdampak pandemi COVID-19. Termasuk besaran dana untuk warga Blora di tanah rantau hingga kini belum dianggarkan.(Baca juga: Viral, Ganjar Minta Sekda Blora Mundur )
"Untuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), non-DTKS itu kan sudah jelas dari pusat berapa, dari provinsi seperti apa, kemudian dari kabupaten kota seperti apa. Nah untuk yang perantau ini seperti apa?," katanya.
"Emang pada saat penyusunan anggaran itu kita belum dapat informasi (jumlah perantau), belum dapat data. Sehingga kita belum berani menganggarkan seperti itu sebenarnya. Kan belum jelas berapa orangnya, berapa harus kita anggarkan," katanya.
Meski demikian, dia memastikan akan menyiapkan anggaran bagi perantau yang membutuhkan jika sudah terdapat data. Oleh karenanya, dia memerintahkan dinas-dinas terkait untuk bergerak cepat melakukan pendataan jumlah perantau.
"Tapi sebenarnya kalau itu sudah ada (data perantau), kita enggak masalah. Itu secara regulasi dibenarkan, kemudian itu bagaimana nanti pendataannya dan sebagainya kita enggak masalah, dan anggarannya ada. Artinya ada itu dari belanja tidak terduga nanti bisa digunakan untuk itu (perantau)," katanya.
Lihat Juga :