Ada Suara Gemuruh Dari Merapi, BPPTKG: Guguran Material Lama
Rabu, 11 November 2020 - 04:39 WIB
loading...
Pemantauan Gunung Merapi melalui CCTV di pos pemantauan di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa (10/11/2020). Foto/SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo
A
A
A
BOYOLALI - Suara gemuruh dari puncak Gunung Merapi yang didengar warga Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, diperkirakan dari guguran atau gesekan celah-celah yang terkena tekanan. Guguran berasal dari material lama, di tebing-tebing yang dulu terbentuk. (Baca juga: Demi Pengungsi Merapi, Mereka Rela Pulang Dari Yogyakarta untuk Memasak )
Petugas Seksi Gunung Merapi , Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Juliyanto Wibowo mengatakan, petugas pengamat yang melakukan pengukuran Electronic Distance Measurement (EDM) di Dukuh Stabelan, juga mendengar suara gemuruh.
"Itu bisa dari guguran, kemudian dari gesekan celah celah yang terkena tekanan juga bisa terjadi suara gemuruh," kata Juliyanto Wibowo saat ditemui SINDOnews di pos pengamatan Gunung Merapi di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa (10/11/2020) sore.
Dia menegaskan, bahwa guguran berasal dari material lama, dari lava 1998 dan 1948. "Itu proses produk erupsi tahun itu, jadi belum dari magma yang keluar dari bumi," terangnya. (Baca juga: Geger Warisan, Seorang Adik di Nias Utara Tega Habisi Kakak Kandung )
Petugas Seksi Gunung Merapi , Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Juliyanto Wibowo mengatakan, petugas pengamat yang melakukan pengukuran Electronic Distance Measurement (EDM) di Dukuh Stabelan, juga mendengar suara gemuruh.
"Itu bisa dari guguran, kemudian dari gesekan celah celah yang terkena tekanan juga bisa terjadi suara gemuruh," kata Juliyanto Wibowo saat ditemui SINDOnews di pos pengamatan Gunung Merapi di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Selasa (10/11/2020) sore.
Dia menegaskan, bahwa guguran berasal dari material lama, dari lava 1998 dan 1948. "Itu proses produk erupsi tahun itu, jadi belum dari magma yang keluar dari bumi," terangnya. (Baca juga: Geger Warisan, Seorang Adik di Nias Utara Tega Habisi Kakak Kandung )
Lihat Juga :