500 TKA China Tak Jadi ke Sultra, 3.000 Tenaga Kerja Lokal Bakal Kehilangan Pekerjaan

Sabtu, 09 Mei 2020 - 20:23 WIB
loading...
500 TKA China Tak Jadi...
External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, alasan rencana kedatangan 500 TKA China ke PT VDNI dan PT OSS bertujuan untuk mengerjakan 33 tungku semelter milik PT OSS yang nantinya akan digunakan 3.000 lebih karyawan lokal. Foto iNews TV/F Tam
A A A
KENDARI - Rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) China di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara terus menuai polemik. Karena jika 500 TKA China yang akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) ini sampai tidak jadi didatangkan, maka sebanyak 3.000 lebih tenaga kerja lokal terancam kehilangan pekerjaannya.
500 TKA China Tak Jadi ke Sultra, 3.000 Tenaga Kerja Lokal Bakal Kehilangan Pekerjaan

External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, alasan rencana kedatangan 500 TKA China ke PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) ini bertujuan untuk mengerjakan 33 tungku semelter milik PT OSS yang nantinya akan digunakan 3.000 lebih karyawan lokal untuk bekerja baik. Mereka bekerja sebagai tenaga operator maupun sebagai tenaga kerja kasar. (Baca: Di-bully di Sel Tahanan, Ferdian Paleka Cs Digunduli dan Disuruh Push Up)

“Jadi 33 tungku semelter yang harus diselesaikan oleh TKA ini tempat untuk 3.000 lebih tenaga kerja lokal bekerja yang telah lolos dalam perekrutan sebagai karyawan perusahaan,” kata Indrayanto, Sabtu (9/5/2020).
500 TKA China Tak Jadi ke Sultra, 3.000 Tenaga Kerja Lokal Bakal Kehilangan Pekerjaan

Sehingga menurut dia, kedatangan 500 TKA China ini sangat dinanti oleh ribuan calon pekerja lokal yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan karyawan di perusahaan pemurnian nikel tersebut .

“Meskipun demikian pihak perusahaan tidak mau terburu – buru dan tetap menghormati keputusan yang diambil Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Kabupaten Konawe untuk menunda kedatangan 500 TKA China ini sampai situasi tanggap darurat dicabut oleh pemerintah pusat,” timpalnya.

Sementara itu menanggapi hal ini Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa yang sebelumnya menolak keras kedatangan ratusan TKA China akhirnya legowo mereka tak lagi menolak melainkan meminta agar pengiriman TKA ini ditunda sementara sampai darurat bencana nasional terkait wabah virus Corona ini dinyatakan telah berakhir atau dicabut.

"Regulasinya kan sudah ada tapi kan belum bisa. Suasana kebatinan kita sekarang kan belum menerima hal itu. Ya kita tundalah," kata Gubernur Ali Mazi.

Sedangkan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengharapkan TKA yang datang nantinya telah bersih dari gejala virus Corona dan telah melakukan pemeriksaan sesuai setandar penanganan COVID -19 dan setelah tiba terlebih dahulu di karantina selama 14 hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sultra Tembus Peringkat...
Sultra Tembus Peringkat Terbaik Nasional di Ajang Kemendagri
Warga Kendari Bersyukur...
Warga Kendari Bersyukur Terima Daging Kurban dari Partai Perindo
Partai Perindo Sultra...
Partai Perindo Sultra Kurban 5 Sapi, Ferry Irawan: Bentuk Kepedulian kepada Masyarakat
Gubernur Sultra Ubah...
Gubernur Sultra Ubah Rekrutmen Pejabat dengan Wawancara dan Umumkan Secara Terbuka
Gubernur Sultra Pastikan...
Gubernur Sultra Pastikan Tunjangan Guru Dibayarkan Sebelum Lebaran
Temuan Riset Ungkap...
Temuan Riset Ungkap Jurang Standar dan Praktik Responsible Mining di Sultra
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
OTT KPK di Sulawesi...
OTT KPK di Sulawesi Tenggara, Bupati Kolaka Timur Diamankan
Breaking News! KPK OTT...
Breaking News! KPK OTT Bupati di Sulawesi Tenggara
Rekomendasi
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved