alexametrics

500 TKA China Tak Jadi ke Sultra, 3.000 Tenaga Kerja Lokal Bakal Kehilangan Pekerjaan

loading...
500 TKA China Tak Jadi ke Sultra, 3.000 Tenaga Kerja Lokal Bakal Kehilangan Pekerjaan
External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, alasan rencana kedatangan 500 TKA China ke PT VDNI dan PT OSS bertujuan untuk mengerjakan 33 tungku semelter milik PT OSS yang nantinya akan digunakan 3.000 lebih karyawan lokal. Foto iNews TV/F Tam
A+ A-
KENDARI - Rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) China di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara terus menuai polemik. Karena jika 500 TKA China yang akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) ini sampai tidak jadi didatangkan, maka sebanyak 3.000 lebih tenaga kerja lokal terancam kehilangan pekerjaannya.
500 TKA China Tak Jadi ke Sultra, 3.000 Tenaga Kerja Lokal Bakal Kehilangan Pekerjaan

External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, alasan rencana kedatangan 500 TKA China ke PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) ini bertujuan untuk mengerjakan 33 tungku semelter milik PT OSS yang nantinya akan digunakan 3.000 lebih karyawan lokal untuk bekerja baik. Mereka bekerja sebagai tenaga operator maupun sebagai tenaga kerja kasar. (Baca: Di-bully di Sel Tahanan, Ferdian Paleka Cs Digunduli dan Disuruh Push Up)

“Jadi 33 tungku semelter yang harus diselesaikan oleh TKA ini tempat untuk 3.000 lebih tenaga kerja lokal bekerja yang telah lolos dalam perekrutan sebagai karyawan perusahaan,” kata Indrayanto, Sabtu (9/5/2020).
500 TKA China Tak Jadi ke Sultra, 3.000 Tenaga Kerja Lokal Bakal Kehilangan Pekerjaan

Sehingga menurut dia, kedatangan 500 TKA China ini sangat dinanti oleh ribuan calon pekerja lokal yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan karyawan di perusahaan pemurnian nikel tersebut .

“Meskipun demikian pihak perusahaan tidak mau terburu – buru dan tetap menghormati keputusan yang diambil Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Kabupaten Konawe untuk menunda kedatangan 500 TKA China ini sampai situasi tanggap darurat dicabut oleh pemerintah pusat,” timpalnya.

Sementara itu menanggapi hal ini Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa yang sebelumnya menolak keras kedatangan ratusan TKA China akhirnya legowo mereka tak lagi menolak melainkan meminta agar pengiriman TKA ini ditunda sementara sampai darurat bencana nasional terkait wabah virus Corona ini dinyatakan telah berakhir atau dicabut.

"Regulasinya kan sudah ada tapi kan belum bisa. Suasana kebatinan kita sekarang kan belum menerima hal itu. Ya kita tundalah," kata Gubernur Ali Mazi.



Sedangkan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengharapkan TKA yang datang nantinya telah bersih dari gejala virus Corona dan telah melakukan pemeriksaan sesuai setandar penanganan COVID -19 dan setelah tiba terlebih dahulu di karantina selama 14 hari.

Sebelumnya ke dua kepala daerah ini menolak keras kedatangan 500 TKA asal China masuk bekerja di wilayah Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.



Sebanyak 500 TKA China yang direncanakan masuk bekerja di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara akan dilakukan secara bertahap sama seperti biasanya sebelum terjadinya COVID -19 ini. Dimana pihak perusahaan telah melakukan berbagai tahapan mulai dari pemeriksaan kesehatan dengan standar COVID -19 hingga kelengkapan dokumen.

Dari 500 TKA China yang akan didatangkan tidak semua bekerja sebagai tenaga kerja di perusahaan PT VDNI dan OSS ada juga yang hanya bekerja khusus konstruksi untuk pembangunan 33 tungku semelter yang belum terselesaikan untuk mempekerjakan 3.000 lebih tenaga kerja lokal yang telah dinyatakan lulus sebagai karyawan.
(sms)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak