Sepanjang Tahun 2020, Ratusan Bencana Alam Terjadi di Sumsel
Senin, 09 November 2020 - 17:19 WIB
loading...
Sepanjang tahun 2020 sejak Januari hingga awal November, tercatat sudah sebanyak 149 kali bencana alam terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Sepanjang tahun 2020 sejak Januari hingga awal November, tercatat sudah sebanyak 149 kali bencana alam terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Akibatnya, sebanyak belasan ribu jiwa mengalami kerugian.
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, bencana alam terbanyak yakni terjadinya kebakaran rumah penduduk sebanyak 70 kali, bencana banjir 39 kali, bencana tanah longsor 16 kali, angin puting beliung 11 kali, banjir bandang 10 kali dan kecelakaan perahu motor 3 kali.
Akibat peristiwa bencana itu, bebernya, sebanyak 9.322 unit rumah terendam, rumah terbakar, rusak berat, hanyut/roboh sebanyak 373 unit, rumah rusak sedang dan ringan sebanyak 1.135 unit, jembatan putus/rusak sebanyak 28 unit, sekolah terendam 10 unit. (Baca juga: Antisipasi Bencana Alam, Gubernur Sumsel Minta Seluruh Instansi Siaga )
"Sekolah rusak berat 6 unit, pasar terbakar 34 petak, 281 hektar lahan perkebunan terendam, 5,319 hektar lahan sawah terendam dan jalan longsor/putus sepanjang 115 meter. Kejadian bencana tersebut mengakibatkan 15.733 KK atau 19.507 jiwa menderita," ujar Deru saat apel kesiapsiagaan bencana alam Sumsel, Senin (9/11/2020).
Menurutnya, kondisi geografis Sumsel dengan dataran tinggi dibagian Barat seperti Pagaralam, Lahat, Muara Enim dan OKU Selatan berpotensi mengalami peristiwa alam seperti gunung meletus, guguran larva panas, gas beracun atau belerang dari Gunung Dempo, tanah longsor, banjir bandang dan angin puting beliung.
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, bencana alam terbanyak yakni terjadinya kebakaran rumah penduduk sebanyak 70 kali, bencana banjir 39 kali, bencana tanah longsor 16 kali, angin puting beliung 11 kali, banjir bandang 10 kali dan kecelakaan perahu motor 3 kali.
Akibat peristiwa bencana itu, bebernya, sebanyak 9.322 unit rumah terendam, rumah terbakar, rusak berat, hanyut/roboh sebanyak 373 unit, rumah rusak sedang dan ringan sebanyak 1.135 unit, jembatan putus/rusak sebanyak 28 unit, sekolah terendam 10 unit. (Baca juga: Antisipasi Bencana Alam, Gubernur Sumsel Minta Seluruh Instansi Siaga )
"Sekolah rusak berat 6 unit, pasar terbakar 34 petak, 281 hektar lahan perkebunan terendam, 5,319 hektar lahan sawah terendam dan jalan longsor/putus sepanjang 115 meter. Kejadian bencana tersebut mengakibatkan 15.733 KK atau 19.507 jiwa menderita," ujar Deru saat apel kesiapsiagaan bencana alam Sumsel, Senin (9/11/2020).
Menurutnya, kondisi geografis Sumsel dengan dataran tinggi dibagian Barat seperti Pagaralam, Lahat, Muara Enim dan OKU Selatan berpotensi mengalami peristiwa alam seperti gunung meletus, guguran larva panas, gas beracun atau belerang dari Gunung Dempo, tanah longsor, banjir bandang dan angin puting beliung.
Lihat Juga :