Soal Resesi Indonesia, Orang Kaya Diminta Banyak Belanja
Senin, 09 November 2020 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, naiknya konsumsi kelas menengah atas diharapkan dapat mendorong ekonomi dari resesi. Karena konsumsi menjadi acuan bagi ekonomi Indonesia. Bila konsumsi loyo, seberapa peran fiskal yang dilakukan tidak akan optimal. Konsumsi, kata dia, akan memberi multiplayer efek besar. (Baca juga: Akhir PSBM di Purwakarta, Tembus Rekor Tertinggi 227 Positif )
Kendati begitu, pemerintah harus paham kenapa kalangan kelas menengah atas senang menyimpan dananya di bank. Hal ini tak lepas dari kondisi keamanan dan risiko kesehatan yang mungkin masih mereka khawatirkan. Mereka enggan belanja baju lantaran belum ada kepercayaan melakukan perjalanan wisata atau lainnya.
Mestinya, pemerintah secepatnya menurunkan kasus covid secepat mungkin. Sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman lakukan aktivitas ekonomi. Kendati saat ini aktivitas mulai longgar, namun masyarakat belum terlalu nyaman, lantaran masih ada kasus COVID.
"Sekarang sudah longgar, tapi belum maksimal. Jadi masyarakat belum terlalu nyaman. Karena, duitnya itu sebenarnya ada di bank, likuiditas gak ada masalah. Tapi orang enggan keluarkannya," jelas dia.
Lebih lanjut Teguh menjelaskan, komisi resesi yang terjadi di Indonesia, adalah cerminan kondisi riil ekonomi masyarakat saat ini. Bahwa pendapatan masyarakat turun akibat perlambatan aktivitas produksi dan konsumsi.
Kendati begitu, pemerintah harus paham kenapa kalangan kelas menengah atas senang menyimpan dananya di bank. Hal ini tak lepas dari kondisi keamanan dan risiko kesehatan yang mungkin masih mereka khawatirkan. Mereka enggan belanja baju lantaran belum ada kepercayaan melakukan perjalanan wisata atau lainnya.
Mestinya, pemerintah secepatnya menurunkan kasus covid secepat mungkin. Sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman lakukan aktivitas ekonomi. Kendati saat ini aktivitas mulai longgar, namun masyarakat belum terlalu nyaman, lantaran masih ada kasus COVID.
"Sekarang sudah longgar, tapi belum maksimal. Jadi masyarakat belum terlalu nyaman. Karena, duitnya itu sebenarnya ada di bank, likuiditas gak ada masalah. Tapi orang enggan keluarkannya," jelas dia.
Lebih lanjut Teguh menjelaskan, komisi resesi yang terjadi di Indonesia, adalah cerminan kondisi riil ekonomi masyarakat saat ini. Bahwa pendapatan masyarakat turun akibat perlambatan aktivitas produksi dan konsumsi.
(msd)
Lihat Juga :