Pariwisata di Makassar Diprediksi Masih Lesu hingga Tahun Depan
Senin, 09 November 2020 - 09:38 WIB
loading...
Warga saat berada di Tanjung Bayang salah satu lokasi wisata terjangkau di Makassar. Foto: Sindonews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Pariwisata Makassar, memprediksi pariwisata di Kota Daeng masih akan lesu, hingga tahun depan meski sejumlah sektor telah buka.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid mengatakan, peningkatan ekonomi pada sektor pariwisata berjalan sangat pelan dan tidak begitu signifikan.
Baca Juga: Pariwisata Mulai Pulih, Ekonomi Ikut Terungkit
"Tidak ada peningkatan, Jadi memang satu hingga dua tahun ini ke depannya jika melihat kondisi ekonomi itu masih sulit normal," ujar Maya sapaan akrabnya.
Perhotelan misalnya, Maya mengatakan, meskipun telah dibuka beberapa waktu lalu, okupansi justru belum memperlihatkan tren yang baik, pihaknya cukup banyak mendapatkan laporan dari sejumlah perhotelan, padahal penerapan protokol dianggap sudah baik.
"Kondisi masih seperti kemarin-kemarin, belum ada perubahan, sektor perhotelan, yang buka juga pelan-pelan, kayak acara perkawinan di hotel pakai nasi dos, itukan belum bisa dikatakan normal seperti sebelumnya," ucapnya.
Maya mengatakan, saat ini seluruh sektor pariwisata hanya fokus agar mereka bisa tetap jalan, kendati tidak ada benefit yang mereka peroleh sama sekali.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid mengatakan, peningkatan ekonomi pada sektor pariwisata berjalan sangat pelan dan tidak begitu signifikan.
Baca Juga: Pariwisata Mulai Pulih, Ekonomi Ikut Terungkit
"Tidak ada peningkatan, Jadi memang satu hingga dua tahun ini ke depannya jika melihat kondisi ekonomi itu masih sulit normal," ujar Maya sapaan akrabnya.
Perhotelan misalnya, Maya mengatakan, meskipun telah dibuka beberapa waktu lalu, okupansi justru belum memperlihatkan tren yang baik, pihaknya cukup banyak mendapatkan laporan dari sejumlah perhotelan, padahal penerapan protokol dianggap sudah baik.
"Kondisi masih seperti kemarin-kemarin, belum ada perubahan, sektor perhotelan, yang buka juga pelan-pelan, kayak acara perkawinan di hotel pakai nasi dos, itukan belum bisa dikatakan normal seperti sebelumnya," ucapnya.
Maya mengatakan, saat ini seluruh sektor pariwisata hanya fokus agar mereka bisa tetap jalan, kendati tidak ada benefit yang mereka peroleh sama sekali.
Lihat Juga :