Rembang Mendadak Gempar, Ratusan Ribu Ubur-ubur Mati Mendadak

Minggu, 08 November 2020 - 21:14 WIB
loading...
A A A
Jenar sulit menyimpulkan penyebab ubur-ubur mati dalam jumlah sangat banyak. Apakah karena dugaan pengaruh pembuangan limbah pabrik, atau faktor alam?. Namun ia membenarkan saat kejadian, kondisi air laut sangat keruh.

"Apakah air laut di sini lebih sering jernih atau keruh, ya lebih sering keruh. Kalau angin timuran, limbah dari timur arahnya ke sini. Tapi kalau angin baratan, airnya jernih soalnya lumpur dari Sungai Juana, yang masuk ke sini," bebernya.

Jenar mengatakan, masyarakat sekitar umumnya menyebut dengan dua macam ubur-ubur , yakni ubur-ubur kombor dan ucel. Kalau ubur-ubur jenis kombor memang laku, sedangkan ubur-ubur jenis ucel tidak laku. Untuk ubur-ubur yang banyak mati di pinggir Pantai Pasir Putih adalah jenis ucel.

"Bedanya, kalau kombor itu ubur-ubur ukuran besar, warnanya bening dan jernih. Kalau pas musim, nelayan sering mencari. Yang mati banyak ini jenis ucel, ukurannya kecil-kecil setelapak tangan orang dewasa, warnanya ada yang biru, kuning, coklat," terang Jenar. (Baca juga: Anggotanya Keroyok TNI, Ketua MPC PP Sumedang Tolak Sebut Identitas )

Lebih lanjut ia mengajak masyarakat lebih peduli dengan kelestarian dan kebersihan pantai. Apalagi keberadaan laut tidak hanya menjadi tempat beragam habitat, namun juga menopang kehidupan nelayan, sekaligus berfungsi sebagai destinasi wisata. "Mohonlah tidak membuang sampah dan limbah sembarangan. Laut kita sudah kotor, jangan sampai kedepan bertambah parah," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
BMKG Ingatkan Potensi...
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 13 Mei 2026
Ingin Nelayan Sejahtera,...
Ingin Nelayan Sejahtera, Prabowo: Bukan Kapal Asing yang Ambil Ikan di Laut Kita
Prabowo Tinjau Kampung...
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Saya Ingin Nelayan Sejahtera!
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Momen Prabowo Ikut Tarik...
Momen Prabowo Ikut Tarik Jaring Bersama Nelayan Tambak Saat Panen Raya Udang di Kebumen
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Rekomendasi
Cek Hasil Seleksi Sekolah...
Cek Hasil Seleksi Sekolah Maung 2026 Hari Ini, Simak Jadwal SPMB Jabar Selanjutnya
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Ruben Onsu Pertimbangkan...
Ruben Onsu Pertimbangkan Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Ini Alasannya
Berita Terkini
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved