Buah Hati Idap Penyakit Langka, Pasutri di Pasuruan Butuh Biaya
Sabtu, 07 November 2020 - 04:45 WIB
loading...
A
A
A
Menyadari kondisi anaknya seperti ini, Yhaniar memeriksakan buah hatinya di salah satu rumah sakit di Jawa Timur. Dokter menduga, bayi yang lahir 25 September 2018 ini mengidap Metabolism Disorder atau kelainan metabolik.
Rumah sakit di Pasuruan maupun Malang tidak mampu berbuat banyak untuk menangani penyakitya. Diagnosa penyakitnya pun sampai saat ini masih terus dicari dan didalami oleh dokter. "Sebab penyakit yang diderita termasuk penyakit langka," ungkap Yhaniar.
Salah satu saran dokter adalah melakukan tes cek genetik di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Hasil pemeriksaan di sana, sampel cek genetik itu akan dikirim ke luar negeri untuk diperiksa. (Baca juga: Disambangi Menaker di Rumahnya, Buruh Sidoarjo Tak Bisa Tidur Semalaman )
Apa daya, untuk ke Jakarta tidak ada biaya. Termasuk biasa cek genetik yang diperkirakan Rp15 juta. "Ini jumlah uang yang besar bagi kami yang hanya seorang ibu rumah tangga," ujar Yhaniar yang suaminya jasa sedot WC ini.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Pasuruan, dr Shierly Marlena mengatakan, penyakit balita ini termasuk langks. Untuk menanganinya harus cek genetik ke luar negeri, misalnya Singapura atau Jerman. "Dinas Kesehatan akan terus melakukan pendampingan pada Syifa," kata Shierly.
Rumah sakit di Pasuruan maupun Malang tidak mampu berbuat banyak untuk menangani penyakitya. Diagnosa penyakitnya pun sampai saat ini masih terus dicari dan didalami oleh dokter. "Sebab penyakit yang diderita termasuk penyakit langka," ungkap Yhaniar.
Salah satu saran dokter adalah melakukan tes cek genetik di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Hasil pemeriksaan di sana, sampel cek genetik itu akan dikirim ke luar negeri untuk diperiksa. (Baca juga: Disambangi Menaker di Rumahnya, Buruh Sidoarjo Tak Bisa Tidur Semalaman )
Apa daya, untuk ke Jakarta tidak ada biaya. Termasuk biasa cek genetik yang diperkirakan Rp15 juta. "Ini jumlah uang yang besar bagi kami yang hanya seorang ibu rumah tangga," ujar Yhaniar yang suaminya jasa sedot WC ini.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Pasuruan, dr Shierly Marlena mengatakan, penyakit balita ini termasuk langks. Untuk menanganinya harus cek genetik ke luar negeri, misalnya Singapura atau Jerman. "Dinas Kesehatan akan terus melakukan pendampingan pada Syifa," kata Shierly.
(msd)
Lihat Juga :