Triwulan III, Ekonomi Sulsel Tumbuh Signifikan
Jum'at, 06 November 2020 - 07:35 WIB
loading...
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Foto/Koran SINDO
A
A
A
MAKASSAR - Ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mencatatkan pertumbuhan signifikan meski berada di tengah pandemi. Padahal Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan Sulsel resmi menjadi salah satu daerah yang mengalami resesi.
Dari 34 provinsi di Indonesia, 32 di antaranya mengalami pertumbuhan negatif pada triwulan III 2020. Tercatat ekonomi Sulsel pada triwulan III 2020 tumbuh kontraksi sebesar 1,08%. Pada triwulan II 2020, ekonomi Sulsel juga tumbuh negatif sebesar 3,86%. Meski mengalami resesi, tren pertumbuhan ekonomi Sulsel mulai membaik. Secara quartal to quartal (q to q) ekonomi Sulsel tumbuh 8,18%. (Baca: Amalan Ringan Ini Bisa Menjadi Pembuka Berkah)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, menarik data pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mengalami perbaikan signifikan untuk triwulan III, yakni pertumbuhan membaik secara year on year (YoY) , dari -3,81% membaik jadi -1,81%. “Yang menarik dan cukup memberi harapan, pertumbuhan ekonomi Sulsel dalam ukuran Q-to-Q, dari -0,41 telah meningkat tajam menjadi +8,18%. Suatu pertumbuhan yang memberi prospek positif ke depannya. Dan mungkin yang terbesar di Indonesia,” ujar Nurdin kemarin.
Artinya, menurut Bupati Bantaeng dua periode itu, dalam ukuran yang sangat dinamis seperti pada saat-saat sekarang, indikator pertumbuhan jangka pendek Q-to-Q dapat menjadi ukuran yang lebih akurat untuk mengukur arah perkembangan perekonomian suatu daerah. Karena indikator tersebut dapat menunjukkan adanya pergerakan aktivitas perekonomian yang cukup menjanjikan dalam di Sulsel. (Baca juga: Mendikbud Sosialisasikan Perubahan Skema Dana Bos)
Berdasarkan data BPS, peningkatan nilai PDRB Q-to-Q atas dasar harga konstan dari nilai Rp79,81 triliun menjadi Rp86,34 triliun dengan sektor pertumbuhan terbesar sektor usaha terbesar transportasi dan pergudangan 59,29%, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum 34,74%, dan sektor usaha jasa perusahaan 32,22%.
Dari 34 provinsi di Indonesia, 32 di antaranya mengalami pertumbuhan negatif pada triwulan III 2020. Tercatat ekonomi Sulsel pada triwulan III 2020 tumbuh kontraksi sebesar 1,08%. Pada triwulan II 2020, ekonomi Sulsel juga tumbuh negatif sebesar 3,86%. Meski mengalami resesi, tren pertumbuhan ekonomi Sulsel mulai membaik. Secara quartal to quartal (q to q) ekonomi Sulsel tumbuh 8,18%. (Baca: Amalan Ringan Ini Bisa Menjadi Pembuka Berkah)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, menarik data pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mengalami perbaikan signifikan untuk triwulan III, yakni pertumbuhan membaik secara year on year (YoY) , dari -3,81% membaik jadi -1,81%. “Yang menarik dan cukup memberi harapan, pertumbuhan ekonomi Sulsel dalam ukuran Q-to-Q, dari -0,41 telah meningkat tajam menjadi +8,18%. Suatu pertumbuhan yang memberi prospek positif ke depannya. Dan mungkin yang terbesar di Indonesia,” ujar Nurdin kemarin.
Artinya, menurut Bupati Bantaeng dua periode itu, dalam ukuran yang sangat dinamis seperti pada saat-saat sekarang, indikator pertumbuhan jangka pendek Q-to-Q dapat menjadi ukuran yang lebih akurat untuk mengukur arah perkembangan perekonomian suatu daerah. Karena indikator tersebut dapat menunjukkan adanya pergerakan aktivitas perekonomian yang cukup menjanjikan dalam di Sulsel. (Baca juga: Mendikbud Sosialisasikan Perubahan Skema Dana Bos)
Berdasarkan data BPS, peningkatan nilai PDRB Q-to-Q atas dasar harga konstan dari nilai Rp79,81 triliun menjadi Rp86,34 triliun dengan sektor pertumbuhan terbesar sektor usaha terbesar transportasi dan pergudangan 59,29%, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum 34,74%, dan sektor usaha jasa perusahaan 32,22%.
Lihat Juga :