Jalan Kolaboratif Bebaskan Jatim dari Zona Merah

Selasa, 27 Oktober 2020 - 07:05 WIB
loading...
A A A
Ponpes-ponpes, katanya, berharap kolaborasi berbagai pihak bisa dilakukan di masa-masa mendatang. Pondok pesantren, menurutnya, harus lebih banyak diajak belajar dan bukan malah disudutkan dengan opini-opini tanpa dasar sehingga kolaborasi berbagai pihak bisa terus menekan jumlah penularan. “Ponpes selalu siap diajak sharing bagaimana cara mengatasi penyebaran Covid-19 di lingkungan dalam pondok,” ujar Abdul Mu’id, yang memiliki santri berjumlah 30.000 orang. (Baca juga: Dongkrak Imunitas Dengan Rutin Konsumsi Minuman Herbal)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Herlin Ferliana menyadari peran berbagai pihak membantu percepatan dalam penanganan Covid-19. Bahkan, sektor rentan seperti ponpes bisa bersama-sama melakukan upaya keras untuk menjaga protokol kesehatan. Komitmen itu pun diwujudkan dalam pengawalan dan pendampingan kepada seluruh elemen ponpes di Jawa Timur yang jumlah ponpes mencapai 4.718 pondok dan jumlah santri mencapai 928.363 orang.

“Kami akan terus melakukan pengawalan dan pendampingan sehingga nanti adik-adik santri di sana tetap sehat. Begitu juga dengan pengasuh dan pimpinan pondok pesantren, kita kawal dengan sebaik-baiknya,” kata Herlin.

Menurut Herlin, santri yang sehat bukan hanya terhindar dari penyakitnya, akan tetapi juga sehat badannya, jiwanya, sosialnya, sehingga memiliki imunitas tinggi. “Perang melawan korona ini belum berakhir. Jangan menyerah dan terserah. Semua harus berjuang,” katanya.

Ketua Persatuan Dokter NU Jawa Timur dr Heri Munajib mengatakan, setiap sektor memiliki peran yang berbeda-beda dalam kesamaan visi untuk menekan jumlah penularan Covid-19. Kerja bersama ini yang menentukan laju Jatim dalam menekan jumlah penularan.

“Pandemi ini betul-betul ada. Ini bukan setting-an atau konspirasi seperti yang banyak disampaikan beberapa pihak. Namun, yang harus diingat juga, Covid-19 itu bisa diobati hingga sembuh. Kuncinya, jika ada gejala segera berobat, jangan ditunda,” ujarnya. (Baca juga: Terdakwa Kasus Jiwasraya Benny Tjokro Divonis Seumur Hidup)

Pencegahan Bisa dari Keluarga

Komunikasi menjadi kunci dalam upaya berbagai pihak untuk menekan jumlah penularan Covid-19. Sejak di hulu, sektor keluarga bisa menjadi benteng untuk melakukan upaya pencegahan. Apalagi, korban Covid-19 yang masih berusia belia juga cukup banyak.

Di sektor paling kecil, kolaborasi antara keluarga dan guru di sekolah bisa menjadi pelopor yang kuat. Mereka diminta untuk lebih mewaspadai ancaman serta dampak penyebaran Covid-19 kepada anak-anak didiknya. Apalagi, tingkat kematian anak penderita Covid-19 di Indonesia, persentasenya saat ini lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Pakar Kesehatan Anak RSUD dr Soetomo Surabaya Leny Kartina dr, Sp.A(K) menuturkan, jika di negara-negara lain persentase kematian anak-anak yang terpapar Covid-19 antara 0,1-0,2%, tetapi untuk di Indonesia angkanya bahkan mencapai hingga 1,1%.

“Jadi, di Indonesia itu angkanya lebih tinggi. Ini yang patut diwaspadai. Para pengajar di sekolah memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan pemahaman pada masyarakat,” ujar Leny.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rekomendasi
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Berita Terkini
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved