Sinergi Bergizi Bersama UMKM Menjaga Ekonomi
Senin, 26 Oktober 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Salah satunya dengan memastikan pengemudi angkutan sepeda motor berbasis aplikasi itu suhu tubuhnya tidak lebih dari 37,5 derajat. Kemudian wajib menggunakan masker, sarung tangan, menggunakan helm menutup wajah dan juga jaket lengan panjang dan membawa hand sanitizer.
"Untuk penumpang. Mereka juga wajib membawa helm secara mandiri, bawa hand sanitizer serta memakai masker. Jangan lupa untuk mengenakan helm full face dan jaket juga," kata Irvan.
Irvan juga meminta agar operator pada aplikasi itu secara sistem harus memastikan bahwa kendaraan pengemudi sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian untuk membatasi penumpang dengan pengemudi, operator juga mengupayakan ada partisi penyekat pengemudi dengan penumpang.
VP Regional Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say menuturkan, protokol kesehatan terus dijaga bagi para driver Gojek . Selama pandemi ini Gojek banyak membantu para UMKM untuk memgirimkan produknya ke berbagai wilayah di Surabaya . Termasuk dari pasar tradisional serta pengiriman sembako ke berbagai tempat tinggal warga.
"Di Surabaya sudah cukup banyak, ada di mal serta pasar-pasar. Faktor kesehatan dan keselamatan tentu menjadi pertimbangan kami," kata Michael. (Baca juga: DPRD DKI Jakarta Belajar Penanganan Banjir ke Risma )
Pria berkacamata ini melanjutkan, kalau dilihat setidaknya sudah 90% lebih mitra usaha Gojek merasa terbantu dengan teknologi yang tersedia di dalam ekosistem Gojek untuk bertahan di masa pandemi ini. Pihaknya yakin, kemudahan dan keamanan akses dalam proses aktivasi kian mendukung mitra UMKM untuk memulai usaha, beradaptasi dan mampu melebarkan sayap bisnisnya.
"Di aplikasi GoBiz terbaru, mitra UMKM bisa memanfaatkan fitur Daftar Mandiri untuk melakukan pendaftaran, mengecek status verifikasi, dan aktivasi akun secara mandiri. Kemudahan dan sisi keamanan selama pandemi ini menjadi faktor layanan kami," jelasnya.
Sejak di hulu, katanya, faktor keamanan serta kebersihan dalam memberikan layanan di masyarakat terus dilakukan. Kolaborasi dengan UMKM selama pandemi ini menjadi tekad bersama dalam menanamkan ekosistem yang baik di masa sulit saat ini.
Pihaknya yakin, kontribusi bisa melanjutkan upaya Gojek di Surabaya dalam membantu para warga. Sebelum pandemi, mitra Gojek dari lima layanan (GoFood, GoPay, GoSend, GoCar dan GoRide) yang ada di berkontribusi sebesar Rp12,1 triliun pada ekonomi Kota Surabaya di sepajang 2019.
(Baca juga: Terapkan Konsep Milenial, 150 Bus Baru Terkoneksi di Surabaya )
Bila menggunakan metode perhitungan pendapatan domestik regional bruto (PDRB), nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama 2019 mencapai Rp15,7 triliun atau setara dengan 2,9% PDRB Kota Surabaya . "Pembayaran non tunai pun menjadi salah satu cara untuk mengurangi penularan, ini yang sedang kami upayakan terus," jelasnya.
"Untuk penumpang. Mereka juga wajib membawa helm secara mandiri, bawa hand sanitizer serta memakai masker. Jangan lupa untuk mengenakan helm full face dan jaket juga," kata Irvan.
Irvan juga meminta agar operator pada aplikasi itu secara sistem harus memastikan bahwa kendaraan pengemudi sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian untuk membatasi penumpang dengan pengemudi, operator juga mengupayakan ada partisi penyekat pengemudi dengan penumpang.
VP Regional Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say menuturkan, protokol kesehatan terus dijaga bagi para driver Gojek . Selama pandemi ini Gojek banyak membantu para UMKM untuk memgirimkan produknya ke berbagai wilayah di Surabaya . Termasuk dari pasar tradisional serta pengiriman sembako ke berbagai tempat tinggal warga.
"Di Surabaya sudah cukup banyak, ada di mal serta pasar-pasar. Faktor kesehatan dan keselamatan tentu menjadi pertimbangan kami," kata Michael. (Baca juga: DPRD DKI Jakarta Belajar Penanganan Banjir ke Risma )
Pria berkacamata ini melanjutkan, kalau dilihat setidaknya sudah 90% lebih mitra usaha Gojek merasa terbantu dengan teknologi yang tersedia di dalam ekosistem Gojek untuk bertahan di masa pandemi ini. Pihaknya yakin, kemudahan dan keamanan akses dalam proses aktivasi kian mendukung mitra UMKM untuk memulai usaha, beradaptasi dan mampu melebarkan sayap bisnisnya.
"Di aplikasi GoBiz terbaru, mitra UMKM bisa memanfaatkan fitur Daftar Mandiri untuk melakukan pendaftaran, mengecek status verifikasi, dan aktivasi akun secara mandiri. Kemudahan dan sisi keamanan selama pandemi ini menjadi faktor layanan kami," jelasnya.
Sejak di hulu, katanya, faktor keamanan serta kebersihan dalam memberikan layanan di masyarakat terus dilakukan. Kolaborasi dengan UMKM selama pandemi ini menjadi tekad bersama dalam menanamkan ekosistem yang baik di masa sulit saat ini.
Pihaknya yakin, kontribusi bisa melanjutkan upaya Gojek di Surabaya dalam membantu para warga. Sebelum pandemi, mitra Gojek dari lima layanan (GoFood, GoPay, GoSend, GoCar dan GoRide) yang ada di berkontribusi sebesar Rp12,1 triliun pada ekonomi Kota Surabaya di sepajang 2019.
(Baca juga: Terapkan Konsep Milenial, 150 Bus Baru Terkoneksi di Surabaya )
Bila menggunakan metode perhitungan pendapatan domestik regional bruto (PDRB), nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama 2019 mencapai Rp15,7 triliun atau setara dengan 2,9% PDRB Kota Surabaya . "Pembayaran non tunai pun menjadi salah satu cara untuk mengurangi penularan, ini yang sedang kami upayakan terus," jelasnya.
(eyt)
Lihat Juga :