Sinergi Bergizi Bersama UMKM Menjaga Ekonomi
Senin, 26 Oktober 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Wali Kota Surabaya , Tri Rismaharini menyadari betul betapa pentingnya UMKM di berbagai wilayah di Surabaya harus bisa bertahan di tengah pandemi. Ketahanan pangan yang cukup serta kemampuan warga untuk bisa terus berpenghasilan menjadi kunci untuk menang di tengah pandemi COVID-19 .
Makanya keberadaan para pengusaha kuliner di Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang tersebar di berbagai kecamatan bisa terus berjalan. Saat pandemi COVID-19 membuat omset penjualan pedagang di SWK itu ikut menurun. Apalagi ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Surabaya Raya, pedagang di SWK tidak diperbolehkan menerima pembeli di tempat. Hal itu otomatis berdampak pada omset penjualan para pedagang.
(Baca juga: Luar Biasa! ITS Raih Medali Terbanyak di Ajang Gemastik 2020 )
Makanya sistem penjualan mereka pun diubah dengan model take away di SWK tersebut dengan mengunakan transportasi online. Penerapan protokol kesehatan yang ketat ini menjadi kunci Surabaya untuk bisa terus memutus penularan dan menjaga stabilitas ekonomi warga.
![Sinergi Bergizi Bersama UMKM Menjaga Ekonomi]()
Cara ini pun terbukti tepat, penerapan kebiasaan baru dengan protokol kesehatan yang tinggi di tiap kampung mulai bisa dilihat. Dulu, tiap kelurahan selalu ada warga yang terpapar COVID-19 . Kini, sudah 63 keluarahan di Kota Pahlawan yang sudah nol kasus penularan.
"Ekonomi warga harus jalan, kita juga perbanyak penjualan online dengan terus membuka pasar baru bagi para UMKM ," kata Risma. (Baca juga: Respons Pelayanan Publik Lemah, Kasus Yaidah Jadi Pelajaran )
Bahkan, para pedagang di pasar tradisional juga ditata penjualannya dengan mengubah ke penjualan online. PD Pasar Surya yang membawai semua pasar tradisional di Surabaya juga diajak untuk mengubah cara berjualan para pedagang.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Kota Surabaya , Widodo Suryantoro mengatakan, untuk memulihkan ekonomi di Surabaya di masa pandemi harus dilakukan secara komprehensif. Pasalnya, hampir semua sektor terdampak pandemi dan terutama para pelaku UMKM . "Ada intervensi yang terus kami lakukan untuk mendongkrak penjualan, termasuk lewat online," katanya.
Transportasi online pun menjadi tulang punggung para pelaku usaha serta masyarakat di masa pandemi. Berbagai pola keselamatan warga di tiap kampung menjadi salah satu faktor penurunan angka penularan COVID-19 . (Baca juga: Drama Resolusi Jihad, Penampilan Spesial di Hari Santri )
Kepala Dishub Kota Surabaya , Irvan Wahyudrajad menuturkan, pihaknya waktu itu memiliki pedoman pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi yang sudah diatur dalam perwali. Semua upaya itu terus dioptimalkan selama pandemi ini. Petugas Dishub selalu menggelar patroli demi memastikan pengemudi dan penumpang mematuhi protokol kesehatan.
Di Kota Surabaya memiliki laman https://lawancovid-19.surabaya.go.id. informasi di dalamnya menjadi rujukan dalam menjaga kesehatan warga serta meminimalisir kontak. Pihaknya pun berkolaborasi dengan layanan digital yang membanu masyarakat serta para pelaku usaha selama pandemi ini untuk bisa tetap jalan dan mendulang keuntungan.
Makanya keberadaan para pengusaha kuliner di Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang tersebar di berbagai kecamatan bisa terus berjalan. Saat pandemi COVID-19 membuat omset penjualan pedagang di SWK itu ikut menurun. Apalagi ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Surabaya Raya, pedagang di SWK tidak diperbolehkan menerima pembeli di tempat. Hal itu otomatis berdampak pada omset penjualan para pedagang.
(Baca juga: Luar Biasa! ITS Raih Medali Terbanyak di Ajang Gemastik 2020 )
Makanya sistem penjualan mereka pun diubah dengan model take away di SWK tersebut dengan mengunakan transportasi online. Penerapan protokol kesehatan yang ketat ini menjadi kunci Surabaya untuk bisa terus memutus penularan dan menjaga stabilitas ekonomi warga.

Cara ini pun terbukti tepat, penerapan kebiasaan baru dengan protokol kesehatan yang tinggi di tiap kampung mulai bisa dilihat. Dulu, tiap kelurahan selalu ada warga yang terpapar COVID-19 . Kini, sudah 63 keluarahan di Kota Pahlawan yang sudah nol kasus penularan.
"Ekonomi warga harus jalan, kita juga perbanyak penjualan online dengan terus membuka pasar baru bagi para UMKM ," kata Risma. (Baca juga: Respons Pelayanan Publik Lemah, Kasus Yaidah Jadi Pelajaran )
Bahkan, para pedagang di pasar tradisional juga ditata penjualannya dengan mengubah ke penjualan online. PD Pasar Surya yang membawai semua pasar tradisional di Surabaya juga diajak untuk mengubah cara berjualan para pedagang.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Kota Surabaya , Widodo Suryantoro mengatakan, untuk memulihkan ekonomi di Surabaya di masa pandemi harus dilakukan secara komprehensif. Pasalnya, hampir semua sektor terdampak pandemi dan terutama para pelaku UMKM . "Ada intervensi yang terus kami lakukan untuk mendongkrak penjualan, termasuk lewat online," katanya.
Transportasi online pun menjadi tulang punggung para pelaku usaha serta masyarakat di masa pandemi. Berbagai pola keselamatan warga di tiap kampung menjadi salah satu faktor penurunan angka penularan COVID-19 . (Baca juga: Drama Resolusi Jihad, Penampilan Spesial di Hari Santri )
Kepala Dishub Kota Surabaya , Irvan Wahyudrajad menuturkan, pihaknya waktu itu memiliki pedoman pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi yang sudah diatur dalam perwali. Semua upaya itu terus dioptimalkan selama pandemi ini. Petugas Dishub selalu menggelar patroli demi memastikan pengemudi dan penumpang mematuhi protokol kesehatan.
Di Kota Surabaya memiliki laman https://lawancovid-19.surabaya.go.id. informasi di dalamnya menjadi rujukan dalam menjaga kesehatan warga serta meminimalisir kontak. Pihaknya pun berkolaborasi dengan layanan digital yang membanu masyarakat serta para pelaku usaha selama pandemi ini untuk bisa tetap jalan dan mendulang keuntungan.
Lihat Juga :