Kota Makassar Masih Membutuhkan Penambahan Rusunawa

loading...
Kota Makassar Masih Membutuhkan Penambahan Rusunawa
Warga melintas di depan Rusunawa Panambungan Makassar, Minggu (25/10). Foto: SINDOnews/Muhctamir Zaide
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, saat ini masih membutuhkan penambahan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Pasalnya, jumlah rusunawa yang ada saat ini belum mampu untuk mengakomodir seluruh masyarakat prasejahtera.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Fatur Rahim mengatakan, penambahan ini sebagai solusi untuk mengentaskan kawasan kumuh. Berdasarkan kajian umum, setidaknya ada dua wilayah yang dinilai perlu pembangunan rusunawa yakni Antang dan Tallo.

“Kajian kita itu harus ada di Tallo dan Antang. Jadi di daerah pesisir seperti di Tallo itu banyak rumah-rumah kumuh dan solusi kita itu pembangunan rusunawa,” kata Fatur Rahim, Minggu (25/10).

Fatur menyebutkan, jumlah rusunawa yang ada saat ini masih minim. Hanya tiga titik yakni di Kelurahan Daya Kecamatan Biringkanayya, serta di Jalan Rajawali Kelurahan Lette dan Kelurahan Panambungan Kecamatan Mariso. Sehingga butuh penambahan lebih banyak lagi. (Baca juga: Penambahan Rusunawa Dianggap Perlu untuk Atasi Kawasan Kumuh)



Hanya saja, rencana itu terkendala lahan mengingat untuk membangun satu unit rusun dibutuhkan lahan minimal seluas 3.000 meter persegi. Sedangkan saat ini, luas lahan di Kota Makassar semakin berkurang. Salah satu lahan dengan lahan milik pemkot yang cukup luas terletak di kawasan Untia Kecamatan Biringkanayya.

“Kita rencananya mau pakai anggaran dari pusat, tapi kita terkendala lahan. Makanya saya mau upayakan ada lahan dulu baru kita usul ke pusat," tuturnya. (Baca Juga: Inspektorat Periksa Kadis Perumahan Soal Dugaan Pungli di Rusunawa)

Kepala UPTD Rusunawa, Toto mengatakan, penambahan rusunawa masih sebatas rencana. Minimnya ketersediaan lahan menjadi salah satu penyebabnya. Padahal pemerintah melalui Kementrian PUPR sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rusunawa. “Banyak bantuan dana untuk pembangunan rusunawa, tapi kita harus siapkan dulu lahannya," paparnya.



Menurut Toto, animo masyarakat untuk tinggal di rusunawa cukup tinggi. Pasalnya, uang sewa rusun tidak mahal, cocok untuk masyarakat prasejahtera. Hanya saja ada syarat yang harus di penuhi untuk bisa tinggal di rusunawa. “Rusunawa itu untuk masyarakat berpenghasilan rendah, itu aturan dari kementerian,” tandasnya.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top