Debat Pilkada Adem-ayem, Paslon Petahana Blitar: Kita Saudara
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
Cawabup Marheinis menambahkan, ke depan akan ada bantuan Rp 10 juta kepada setiap kelompok tani di Kabupaten Blitar. Kemudian wujud bantalan sosial akibat pandemi COVID-19 , akan digelontorkan bantuan dana Rp 100 juta per desa.
Bantuan dana yang pada tahun 2021 dijanjikan Rp 250 juta per desa tersebut akan berbentuk padat karya. "Sebab DD dan ADD saja tidak cukup," kata Marheinis.
Dalam debat publik itu Marheinis juga berbicara soal bantuan hibah untuk ponpes serta pembangunan sarana prasarana rumah ibadah. Selama pasangan Rijanto-Marheinis menjabat, program itu sudah berjalan dan ke depan akan ditingkatkan.
Soal isu tambang galian C yang merusak lingkungan, Marheinis mengakui hal itu dilematis. Pada satu sisi menjadi sumber penghasilan warga Kabupaten Blitar. Disisi lain perizinannya ada dalam kewenangan pemerintah provinsi Jatim.
"Soal galian C dilematis ya. Rakyat butuh makan," tuturr Marhenis yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Selama sesi tanya jawab bergulir nyaris tidak ada perdebatan pikiran antara kedua paslon. (Baca juga: Bisa Dipenjara, Risma Dilaporkan ke Gubernur, DKPP, Bawaslu, dan Mendagri)
Acara debat publik yang hanya dihadiri maksimal empat suporter untuk masing masing paslon, berlangsung datar. Yang ada hanya lontaran pertanyaan cabup Rini soal kelangkaan pupuk.
Kemudian Cawabup Rahmad Santoso yang menanyakan bagaimana penanganan COVID-19. Kedua pertanyaan dijawab paslon Rijanto-Marheinis dengan keterangan normatif. Pelaksanaan protokol kesehatan sesuai ketentuan pemerintah dan melibatkan UMKM untuk bantuan warga yang secara ekonomi terdampak COVID-19.
Begitu juga pertanyaan Cawabup Marheinis yang mempertanyakan realisasi pendidikan gratis mulai Paud sampai kuliah. (Baca juga: Cegah Banjir, Bupati Madiun: Cintai dan Jangan Buang Sampah di Sungai)
Cawabup Rahmad menjawab, dengan kekuatan APBD Kabupaten Blitar Rp 2,3 triliun, jaminan pendidikan gratis mulai Paud sampai kuliah akan bisa dilaksanakan.
Seperti diketahui debat publik paslon pilkada di Kabupaten Blitar ini adalah yang pertama. Selama masa kampanye, KPU Kabupaten Blitar masih akan menggelar debat publik yang sama.
Bantuan dana yang pada tahun 2021 dijanjikan Rp 250 juta per desa tersebut akan berbentuk padat karya. "Sebab DD dan ADD saja tidak cukup," kata Marheinis.
Dalam debat publik itu Marheinis juga berbicara soal bantuan hibah untuk ponpes serta pembangunan sarana prasarana rumah ibadah. Selama pasangan Rijanto-Marheinis menjabat, program itu sudah berjalan dan ke depan akan ditingkatkan.
Soal isu tambang galian C yang merusak lingkungan, Marheinis mengakui hal itu dilematis. Pada satu sisi menjadi sumber penghasilan warga Kabupaten Blitar. Disisi lain perizinannya ada dalam kewenangan pemerintah provinsi Jatim.
"Soal galian C dilematis ya. Rakyat butuh makan," tuturr Marhenis yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Selama sesi tanya jawab bergulir nyaris tidak ada perdebatan pikiran antara kedua paslon. (Baca juga: Bisa Dipenjara, Risma Dilaporkan ke Gubernur, DKPP, Bawaslu, dan Mendagri)
Acara debat publik yang hanya dihadiri maksimal empat suporter untuk masing masing paslon, berlangsung datar. Yang ada hanya lontaran pertanyaan cabup Rini soal kelangkaan pupuk.
Kemudian Cawabup Rahmad Santoso yang menanyakan bagaimana penanganan COVID-19. Kedua pertanyaan dijawab paslon Rijanto-Marheinis dengan keterangan normatif. Pelaksanaan protokol kesehatan sesuai ketentuan pemerintah dan melibatkan UMKM untuk bantuan warga yang secara ekonomi terdampak COVID-19.
Begitu juga pertanyaan Cawabup Marheinis yang mempertanyakan realisasi pendidikan gratis mulai Paud sampai kuliah. (Baca juga: Cegah Banjir, Bupati Madiun: Cintai dan Jangan Buang Sampah di Sungai)
Cawabup Rahmad menjawab, dengan kekuatan APBD Kabupaten Blitar Rp 2,3 triliun, jaminan pendidikan gratis mulai Paud sampai kuliah akan bisa dilaksanakan.
Seperti diketahui debat publik paslon pilkada di Kabupaten Blitar ini adalah yang pertama. Selama masa kampanye, KPU Kabupaten Blitar masih akan menggelar debat publik yang sama.
(boy)
Lihat Juga :