Cabup Dadang Janjikan Rp100 Miliar per Tahun untuk Guru Ngaji

loading...
Cabup Dadang Janjikan Rp100 Miliar per Tahun untuk Guru Ngaji
Calon bupati Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna. Foto:SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
BANDUNG - Calon bupati (cabup) Bandung nomor urut 3, Dadang Supriatna berjanji akan memberikan perhatian lebih kepada guru ngaji, ustadz, dan ustadzah serta pondok pesantren saat terpilih sebagai bupati Bandung periode 2021-2026.

Menurut Dadang, saat ini, perhatian terhadap para guru ngaji, ustadz, ustadz termasuk pondok pesantren di Kabupaten Bandung belum maksimal. Oleh karenanya, pihaknya ingin memberikan perhatian lebih bagi mereka.

Dadang mengaku, janji tersebut juga telah disampaikan di hadapan para kyai, ustadz, ustadzah, dan para santri di Pondok Pesantren Badrul Ulum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung bertepatan dengan momentum Hari Santri 2020, Kamis (22/10/2020) kemarin. (Baca: Pilkada Kabupaten Bandung Diwarnai Polemik Rekomendasi Cabup Golkar)

Dadang yang berpasangan dengan Syahrul Gunawan dan mengusung jargon Bedas itu menegaskan, janji tersebut bukan hanya omongan belaka. Pasalnya, hal itu pun dijamin dalam Undang-Undang Pesantren Nomor 8 tahun 2019.



"Jika terpilih jadi bupati, saya akan membuatkan RJPMD 2021 sampai dengan 2026 untuk penganggaran pesantren maupun madrasah diniyah sesuai dengan Undang-Undang Pesantren Nomor 8 tahun 2019 yang sudah disahkan oleh pemerintah pusat," tegas Dadang, Jumat (23/10/2020).

Dadang menjelaskan, bentuk perhatiannya kepada para guru ngaji, ustadz, termasuk ustadzah di Kabupaten Bandung salah satunya akan diwujudkan melalui pemberian insentif yang layak plus kepesertaan BPJS Kesehatan gratis dengan alokasi anggaran hingga Rp100 miliar per tahun.

"Insya Allah dengan anggaran Rp100 miliar itu, para ustadz dan ustadzah yang mencapai 16.300 orang di Kabupaten Bandung bisa mendapatkan insentif minimal Rp500.000 per bulan. Sekarang kan mereka hanya dapat Rp 50.000, sehingga kurang manusiawi insentif yang diberikan itu," kata Dadang Supriatna. (Baca: Kader Partai Pendukung Nia-Usman Ramai-ramai Berpaling Dukung Bedas)



Menurutnya, program tersebut sangat rasional dan sangat mungkin untuk diwujudkan. Terlebih, pihaknya juga telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut dan disesuaikan dengan kemampuan APBD Kabupaten Bandung.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top