12 Orang Meninggal dalam Bentrokan Pilkada Puncak Jaya
Selasa, 08 April 2025 - 17:42 WIB
loading...
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo menyatakan bahwa 12 orang meninggal dunia dalam bentrokan yang terjadi pada Pilkada di Mulia Puncak Jaya. FOTO/IST
A
A
A
PUNCAK JAYA - Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo menyatakan bahwa 12 orang meninggal dunia dalam bentrokan yang terjadi pada Pilkada Puncak Jaya , Papua Tengah terhitung sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025. Selain korban meninggal dunia, bentrokan juga menyebabkan puluhan orang luka-luka.
"Pada hari ini, Selasa 8 April 2025, kami dari Satgas Operasi Damai Cartenz menyampaikan, bahwa telah terjadi aksi saling serang antarpendukung pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia," katanya kepada wartawan, Selasa (8/4/2025).
Yusuf mengatakan, selain korban meninggal dunia, peristiwa tersebut juga mengakibatkan ratusan orang mengalami luka-luka yang merupakan pendukung paslon 01 dan 02. Baca juga: Bawaslu Ungkap Pilkada Puncak Jaya Ricuh, Terjadi Perang Antarpendukung hingga Pembakaran Rumah
"Serta ratusan bangunan terbakar. Peristiwa ini terhitung sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025," katanya.
Adapun dari 12 korban meninggal dunia itu, delapan di antaranya merupakan pendukung dari paslon 01.
"Pada hari ini, Selasa 8 April 2025, kami dari Satgas Operasi Damai Cartenz menyampaikan, bahwa telah terjadi aksi saling serang antarpendukung pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia," katanya kepada wartawan, Selasa (8/4/2025).
Yusuf mengatakan, selain korban meninggal dunia, peristiwa tersebut juga mengakibatkan ratusan orang mengalami luka-luka yang merupakan pendukung paslon 01 dan 02. Baca juga: Bawaslu Ungkap Pilkada Puncak Jaya Ricuh, Terjadi Perang Antarpendukung hingga Pembakaran Rumah
"Serta ratusan bangunan terbakar. Peristiwa ini terhitung sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025," katanya.
Adapun dari 12 korban meninggal dunia itu, delapan di antaranya merupakan pendukung dari paslon 01.
Lihat Juga :