Selidiki Kasus Dugaan Perbudakan WNI di Kapal China, RI Minta Bantuan Korsel

Kamis, 07 Mei 2020 - 19:20 WIB
loading...
Selidiki Kasus Dugaan...
Meteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah RI meminta bantuan Korea Selatan (Korsel) untuk menyelidiki dan mengungkap kasus dugaan perbudakan Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal berbendera China.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan, pihaknya sudah meminta bantuan dari Penjaga Pantai Korsel untuk menyelidiki kasus dugaan perbudakan tersebut.

Isu perbudakan di kapal China mencuat setelah ada laporan yang dirilis oleh media Korsel. "Meminta Penjaga Pantai Korsel untuk investigasi kapal Long Xin dan Tian Yu. Hari ini KBRI Seoul sedang dampingi 14 awak kapal di Busan untuk diambil keterangannya oleh pihak Penjaga Pantai Korsel," kata Retno pada Kamis (7/5/2020).

Retno kemudian mengatakan pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Duta Besar China di Jakarta untuk sampaikan keprihatinan pemerintah Indonesia atas masalah ABK WNI di kapal China.

Dalam pembicaraan tersebut, ada tiga hal yang disampaikan kepada dubes China. Hal pertama, ujar Retno, adalah Indonesia meminta klarifikasi dan mendapatkan informasi valid apakah pelaruhan para ABK WNI sudah sesuai standar Organisasi Buruh Internasional atau ILO.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas kondisi kehidupan di kapal yang tidak sesuai dan dicurigai telah menyebabkan kematian empat awak indonesia, yaitu yang tiga meninggal di laut dan satu meninggal di rumah sakit di Busan," ucapnya.

"Meminta dukungan pemerintah China untuk bantu pemenuhan tanggung jawab perusahaan atas hak para awak kapal Indonesia, termasuk pembayaran gaji yang belum dibayar dan kondisi kerja yang aman. Jadi, kita minta pemerintah China membantu pemerintah untuk minta pertanggungjawaban perusahaan China agar gaji awak kapal kita dipenuhi dan kondisi kerjanya dapat ditingkatkan jadi lebih baik," sambungnya.

Menurut Retno, dubes China merespon dengan mengatakan akan menyampaikan hal ini kepada Beijing, menyampaikan simpati mendalam atas kejadian ini dan menyampaikan bahwa pemerintah China akan pastikan agar perusahaan China memiliki tanggung jawab untuk mematuhi hukum berlaku dan kontrak yang disepakati.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cerita Istri Agung sebelum...
Cerita Istri Agung sebelum Kapal Terbalik di Perairan Jepang, Ombak Besar dan Tetap Puasa
Cerita Pilu Ayah ABK...
Cerita Pilu Ayah ABK asal Majalengka tentang Anaknya Jadi Korban Tenggelamnya KM Lu Peng Yuan Yu
4 ABK KM Teman Niaga...
4 ABK KM Teman Niaga Ditemukan Terombang-ambing di Selat Makassar
Terobos Perbatasan Laut,...
Terobos Perbatasan Laut, 8 Nelayan Wakatobi Ditangkap Otoritas Papua Nugini
Terobos Perbatasan Laut,...
Terobos Perbatasan Laut, 8 ABK Indonesia Ditangkap Otoritas Papua Nugini
Kapal AL Australia Pulangkan...
Kapal AL Australia Pulangkan 19 ABK KM Bandar Nelayan yang Tenggelam Dihantam Badai
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Viral Kapal Tanker Pertamina...
Viral Kapal Tanker Pertamina Didominasi Pekerja India, Begini Penjelasan PIS
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Perairan Jeju, 2 ABK WNI Masih Hilang
Rekomendasi
Wanita Punya Proteksi...
Wanita Punya Proteksi Alami dari Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang karena Ini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Infografis
China Klaim Usir Kapal...
China Klaim Usir Kapal Perang AS dari Pulau Sengketa di LCS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved