DPRD DKI Jakarta Belajar Penanganan Banjir ke Risma
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 03:25 WIB
loading...
A
A
A
Risma juga menjelaskan tentang pembangunan waduk atau bozem yang sampai saat ini sudah ada sekitar 75 bozem di Surabaya. Ia juga menjelaskan tentang pentingnya pintu air dan pompa air untuk mengatasi musim hujan, termasuk pula intensitas pengerukan dan normalisasi sungai yang terus dilakukan di berbagai saluran dan sungai di Surabaya.
Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengatakan, sebelum ke Surabaya dirinya sudah sempat ke Semarang untuk mengetahui penanganan banjir di sana. "Kemarin kita sudah ke Semarang. Kita sudah punya ilmu banyak. Penanggulangan banjir dalam 10 tahun dari 80 persen titik genangan kini tinggal 13 persen. Tadi ke tempat Bu Risma lebih luar biasa lagi, 50 persen titik banjir kini tinggal 2,3 persen. Tadi kami belajar banyak dari Kota Surabaya," kata Zita.
Ia juga mengaku kaget melihat kondisi Kota Surabaya yang hijau penuh dengan tanaman. Menurutnya, mulai dari Bandara hingga ke tengah kota tampak hijau. "Jadi, saya bisa bilang Kota Surabaya bukan hanya berhasil menangani banjir. Kita juga bilang bisa dengan kota green city, kota yang hijau sustainable," jelasnya.
BACA JUGA: Anggota DPRD, Machmud: Anggaran Naik, Banjir Surabaya Tambah Parah
Ia juga menjelaskan setidaknya ada lima masukan dari Risma yang dapat dijadikan rekomendasi untuk mengatasi persoalan banjir di DKI Jakarta. Pertama, kalau bikin jalan, jangan jalannya saja yang dibaguskan, tapi salurannya dulu yang diutamakan.
“Kalau jalan di DKI, kalau kita buka, bawahnya hancur. Harus salurannya dulu dibetulin, terus jalannya," ujarnya.
Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengatakan, sebelum ke Surabaya dirinya sudah sempat ke Semarang untuk mengetahui penanganan banjir di sana. "Kemarin kita sudah ke Semarang. Kita sudah punya ilmu banyak. Penanggulangan banjir dalam 10 tahun dari 80 persen titik genangan kini tinggal 13 persen. Tadi ke tempat Bu Risma lebih luar biasa lagi, 50 persen titik banjir kini tinggal 2,3 persen. Tadi kami belajar banyak dari Kota Surabaya," kata Zita.
Ia juga mengaku kaget melihat kondisi Kota Surabaya yang hijau penuh dengan tanaman. Menurutnya, mulai dari Bandara hingga ke tengah kota tampak hijau. "Jadi, saya bisa bilang Kota Surabaya bukan hanya berhasil menangani banjir. Kita juga bilang bisa dengan kota green city, kota yang hijau sustainable," jelasnya.
BACA JUGA: Anggota DPRD, Machmud: Anggaran Naik, Banjir Surabaya Tambah Parah
Ia juga menjelaskan setidaknya ada lima masukan dari Risma yang dapat dijadikan rekomendasi untuk mengatasi persoalan banjir di DKI Jakarta. Pertama, kalau bikin jalan, jangan jalannya saja yang dibaguskan, tapi salurannya dulu yang diutamakan.
“Kalau jalan di DKI, kalau kita buka, bawahnya hancur. Harus salurannya dulu dibetulin, terus jalannya," ujarnya.
Lihat Juga :