Inspektorat Diminta Periksa Kapus Ujung Loe Atas Dugaan Penjualan APD Bantuan

Kamis, 07 Mei 2020 - 18:07 WIB
loading...
Inspektorat Diminta...
Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, Muhammad Bakti saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: SINDOnews/Eky Hendrawan
A A A
BULUKUMBA - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba meminta Inspektorat Bulukumba untuk melakukan pemeriksaan khusus kepada Kepala Puskesmas (Kapus) Ujung Loe, Asrianti atas dugaan pengalagunaan bantuan COVID-19.

Ketua Komisi D, Muhammad Bakti mengatakan, pemeriksaan khusus harus dilakukan kepada Kapus Ujung Loe, Asrianti. Lantaran dia diduga menyalahgunakan wewenangnya dengan malakukan hal lain terhadap alat pelindung diri (APD) berupa masker.

"Permintaan ini disampaikan Komisi D DPRD Bulukumba terkait dugaan penyalahgunaan bantuan COVID-19. Jadi kita minta Inspektorat melakukan pemeriksaan khusus agar semua jelas," katanya, Kamis (7/5/2020).

Selain diperiksa khusus, Ketua Fraksi Gerindra ini juga merekomendasikan agar Kapus Ujung Loe Asrianti dibebastugaskan dari jabatannya untuk menghindari dampak dari konflik internal yang bisa berimbas terhadap pelayanan kepada masyarakat.

"Jadi saat ini sebaiknya Kapus Ujung Loe dibebas tugaskan dulu karena kita khawatir akan ada dampak dari konflik internal ini. Apalagi ini soal atasan dan bawahan," jelasnya.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi D DPRD Bulukumba dengan Kadis Kesehatan Bulukumba dr Wahyuni, Kapus Ujung Loe Asrianti, dan puluhan tenaga medis Puskesmas Ujung Loe, terungkap adanya dugaan jual beli APD masker.

Bahkan, dokter di Puskesmas Ujung Loe juga mengadukan terkait adanya pemotongan insentif dokter. Keluhan dan penyampain keluhan para tenaga medis tersebut tak mampu dibantah dan diklasifikasikan oleh Kapus Ujung Loe, Asrianti saat RDP berlangsung.

Meski demikain, Asrianti kukuh membantah jika dirinya memperjual-belikan APD berupa masker pembagian dari Dinas Kesehatan Bulukumba. Menurutnya, masker yang dibagian Dinas Kesehatan telah habis dibagi kepada petugas kesehatan di Ujung Loe.

"Itu bukan RDP tapi lebih tepat menjadi rapat dengan keluhan (RDK), lantaran hanya mendengar pihak yang ingin merusak nama baik saya," ucapnya saat menggelar konfrensi pers di media center Pemkab Bulukumba.

Baca juga: Kepala Puskesmas Ujung Loe Diduga Jual Masker Pembagian Pemerintah

Menurut Asrianti, masker N 95 yang jumlahnya terbatas sehingga untuk mentaktisi jumlah penggunaan masker, Puskesmas Ujung Loe membagi jam kerja, yang setiap petugas kesehatan hanya 3 kali hadir dalam sepekan. Hal itu menjadi alasan dirinya sempat menahan masker tersebut.

”Sudah kita bagi, kecuali N 95 kita memang tahan-tahan, karena untuk TGC (tim gerak cepat) COVID-19 Kecamatan Ujung Loe, tapi sekarang sudah habis dibagi secara bertahap,” kata Asrianti.

Asrianti mengaku bukan menjual masker, namun memfasilitasi pemerintah desa, agar kebutuhan masker mereka cukup. Di mana pelaku kesehatan yang ada di desa meminta bantuan melalui dirinya untuk mendapatkan masker dengan membeli di tempat penjualan masker.

”Bidan Desa Manjjaling, Ibu Eka minta tolong untuk dibelikan masker yang menggunakan ADD, karena saya kebetulan mau beli kursi roda buat mertua di Makassar. Mereka meminta difasilitasi karena mereka tidak tahu harus beli di mana makanya saya tolong,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Wahyuni, berharap Kapus Ujung Loe, Asrianti berbesar hati menerima saran dan kritikan dari bawahan. Termasuk berbesar hati menjalankan tugas dan fungsi manajemen puskesmas.

"Pimpinan atau atasan tentu harus berbesar hati atas saran dan kritikan bawahan. Saya berharap agar Kapus Ujung Loe berbesar hati menjalakan fungsi-fungsi manjemen yang ada di Puskesmas Ujung Loe," harapnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rektor UII Yogyakarta:...
Rektor UII Yogyakarta: Terjadi Kemunduran Demokrasi di Indonesia
Ombudsman Sebut Pemberhentian...
Ombudsman Sebut Pemberhentian 176 Perangkat Desa di Gorontalo Malaadministrasi
Dukung Disiplin Prokes,...
Dukung Disiplin Prokes, MNC Peduli Bagikan Masker dan Hand Sanitizer di Cirebon
Kebijakan Mutasi Aneh...
Kebijakan Mutasi Aneh di Simalungun Diduga untuk Menjebak Bupati RHS
Dapat Takjil dan Masker...
Dapat Takjil dan Masker dari Partai Perindo, Warga: Alhamdulilah Semoga Berkah
Perindo Asahan Berbagi...
Perindo Asahan Berbagi Takjil Makanan Berbuka Puasa dan Masker Cegah COVID-19
Masalah Hak Asasi Manusia...
Masalah Hak Asasi Manusia di UU KUHAP No 20 Tahun 2025
SBY Sebut Pemimpin Haus...
SBY Sebut Pemimpin Haus Jabatan Cenderung Perpanjang Kekuasaan, Termasuk Ubah Konstitusi
Revisi UU Kejaksaan...
Revisi UU Kejaksaan dan KUHAP Upaya Legalisasi Penyimpangan Kewenangan
Rekomendasi
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
Drama di Akhir Laga,...
Drama di Akhir Laga, Ghana Tekuk Panama 1-0
Berita Terkini
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved