Gubernur Canangkan Kawasan Siaga Bencana di Luwu Timur
Kamis, 22 Oktober 2020 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, konservasi tidak berfungsi lagi dengan baik, tetapi yang terjadi di Luwu Utara adalah curah hujan yang memang di atas curah hujan normal. Kedua, tidak didukung oleh kondisi tanah yang baik.
"Kalau kita lihat sedimentasi cukup bagus, tetapi ada 130 lebih longsoran, ini akibat karena apa? Agregat tanah di mana struktur tanah lebih ke berpasir. Jadi bisa kita liat betapa masyarakat kita pilu kita lihat rumah mereka tidak bisa diselamatkan lagi karena ditimbun oleh pasir," ujarnya saat memberikan sambutannya.
Baca juga: Pemprov Bakal Kelola Bandara Sorowako Kembangkan Wisata Danau Lutim
"Saya yakin dan percaya saudara di sektor pertanian berharap bahwa ketersediaan air sepanjang tahun ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. Oleh karena itu, mari kita jaga betul hulu kita sehingga betul-betul growth water storage yang kita miliki tiap musim hujan penuh untuk cadangan musim kemarau," sambung Nurdin.
Nurdin menyebut, Tuhan sudah membuat desain dan skenario bahwa hujan untuk memberikan cadangan air di musim kemarau .
"Intinya kalau kita mau dicintai alam, kita harus hidup lebih baik. Kedua tentu memang sebuah daerah itu tidak boleh salah memberikan kebijakan, kita bisa lihat Luwu Timur ini mineral cukup besar, kandungan mineral baik nikel, emas, boxite dan sebagainya. Tentu ini bisa kita kelola untuk kemakmuran rakyat, tetapi harus dengan standar lingkungan yang benar," ujarnya.
Karena itu, pihaknya mengingatkan agar tidak sekadar mengambil hasil tambang baik nikel, tapi tidak memperhatikan lingkungan. Sebab bagaimanapun, Indonesia merupakan negara agraris yang keseimbangan alamnya harus tetap dijaga.
"Kalau kita lihat sedimentasi cukup bagus, tetapi ada 130 lebih longsoran, ini akibat karena apa? Agregat tanah di mana struktur tanah lebih ke berpasir. Jadi bisa kita liat betapa masyarakat kita pilu kita lihat rumah mereka tidak bisa diselamatkan lagi karena ditimbun oleh pasir," ujarnya saat memberikan sambutannya.
Baca juga: Pemprov Bakal Kelola Bandara Sorowako Kembangkan Wisata Danau Lutim
"Saya yakin dan percaya saudara di sektor pertanian berharap bahwa ketersediaan air sepanjang tahun ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. Oleh karena itu, mari kita jaga betul hulu kita sehingga betul-betul growth water storage yang kita miliki tiap musim hujan penuh untuk cadangan musim kemarau," sambung Nurdin.
Nurdin menyebut, Tuhan sudah membuat desain dan skenario bahwa hujan untuk memberikan cadangan air di musim kemarau .
"Intinya kalau kita mau dicintai alam, kita harus hidup lebih baik. Kedua tentu memang sebuah daerah itu tidak boleh salah memberikan kebijakan, kita bisa lihat Luwu Timur ini mineral cukup besar, kandungan mineral baik nikel, emas, boxite dan sebagainya. Tentu ini bisa kita kelola untuk kemakmuran rakyat, tetapi harus dengan standar lingkungan yang benar," ujarnya.
Karena itu, pihaknya mengingatkan agar tidak sekadar mengambil hasil tambang baik nikel, tapi tidak memperhatikan lingkungan. Sebab bagaimanapun, Indonesia merupakan negara agraris yang keseimbangan alamnya harus tetap dijaga.
Lihat Juga :