Bangunan Dibongkar, Sejarah Stadion Mattoanging Tetap Terjaga
Kamis, 22 Oktober 2020 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
“Jelas tidak mungkin (ada aktivitas penggunaan sarana olahraga). Karena inikan sudah mulai dibongkar. Tidak tahu dari bagian mana mereka mulai (bongkar), tapi yang jelas barang-barang dulu dikeluarkan," sambung dia.
Meski Stadion Mattoanging dibongkar dan bakal menjadi sarana olahraga modern, Ilhamsyah berharap stadion ini bisa tetap dikenang masyarakat. Dia pun mendorong, agar dibangun museum yang menyimpan dokumentasi yang menjadi bukti otentik wajah lama stadion.
Bagaimanapun kata dia, stadion ini merupakan bangunan bersejarah. Diketahui, Stadion Mattoanging dibangun sejak tahun 1955. Bahkan pernah menjadi saksi sejarah lokasi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-IV pada tahun 1957. “Mungkin nanti di dalam (museum) ada fotonya Ramang (legenda sepak bola PSM). Lalu ada ditampilkan narasi tentang siapa itu Ramang," ucap Ilhamsyah mencontohkan.
Baca juga: Gubernur Serahkan Bantuan Ambulans Laut dan Kapal RoRo Senilai Rp34,1 Miliar
Kehadiran museum itu nantinya tidak hanya untuk menjaga ingatan warga Sulsel akan sejarah stadion. Namun, diharapkan bisa menjadi pemacu motivasi para generasi muda dan atlet Sulsel untuk semakin bergairah dalam menggeluti bidang keolahragaan dan menyumbang prestasi bagi Sulsel.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel , Andi Arwin Azis menambahkan, pembangunan museum di kawasan Stadion Mattoanging memang direncanakan. Sebagaimana harapan dari Gubernur Sulsel agar ada tempat khusus penanda sejarah akan stadion tersebut.
“Memang berdasarkan arahan gubernur agar bisa mewujudkan museum di situ. Jadi misalnya ada barang-barang lama di stadion bisa juga disimpan di museum untuk menjadi penanda sejarah bahwa dulunya stadion begini," ungkap Arwin kepada SINDOnews.
Arwin menuturkan, ada bagian eksterior bangunan yang bisa tetap dipertahankan, utamanya fasad bangunan. Untuk menjaga kekhasan nilai estetika dan karakter bangunan gaya arstiketur jengki.
Meski Stadion Mattoanging dibongkar dan bakal menjadi sarana olahraga modern, Ilhamsyah berharap stadion ini bisa tetap dikenang masyarakat. Dia pun mendorong, agar dibangun museum yang menyimpan dokumentasi yang menjadi bukti otentik wajah lama stadion.
Bagaimanapun kata dia, stadion ini merupakan bangunan bersejarah. Diketahui, Stadion Mattoanging dibangun sejak tahun 1955. Bahkan pernah menjadi saksi sejarah lokasi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-IV pada tahun 1957. “Mungkin nanti di dalam (museum) ada fotonya Ramang (legenda sepak bola PSM). Lalu ada ditampilkan narasi tentang siapa itu Ramang," ucap Ilhamsyah mencontohkan.
Baca juga: Gubernur Serahkan Bantuan Ambulans Laut dan Kapal RoRo Senilai Rp34,1 Miliar
Kehadiran museum itu nantinya tidak hanya untuk menjaga ingatan warga Sulsel akan sejarah stadion. Namun, diharapkan bisa menjadi pemacu motivasi para generasi muda dan atlet Sulsel untuk semakin bergairah dalam menggeluti bidang keolahragaan dan menyumbang prestasi bagi Sulsel.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel , Andi Arwin Azis menambahkan, pembangunan museum di kawasan Stadion Mattoanging memang direncanakan. Sebagaimana harapan dari Gubernur Sulsel agar ada tempat khusus penanda sejarah akan stadion tersebut.
“Memang berdasarkan arahan gubernur agar bisa mewujudkan museum di situ. Jadi misalnya ada barang-barang lama di stadion bisa juga disimpan di museum untuk menjadi penanda sejarah bahwa dulunya stadion begini," ungkap Arwin kepada SINDOnews.
Arwin menuturkan, ada bagian eksterior bangunan yang bisa tetap dipertahankan, utamanya fasad bangunan. Untuk menjaga kekhasan nilai estetika dan karakter bangunan gaya arstiketur jengki.
Lihat Juga :