Bidan Puskesmas Sooko Mojokerto Meninggal Akibat COVID-19
Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dr Langit, bidan N sebelumnya sempat mengeluh demam. Kemudian ia dilarikan ke rumah sakit Gatoel dan menjalani rawat inap. Setelah dua hari dirawat dan dilakukan swab test pada Senin (12/10) diketahui, bidan senior tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.
"Setelah itu pasien dirujuk ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo untuk penanganan yang lebih lanjut. Akan tetapi kondisi kesehatan pasien menurun setelah itu pasien dinyatakan meninggal," jelas dr Langit.
Kasus meninggalnya tenaga kesehatan akibat terjangkit virus Corona di Kabupaten Mojokerto ini yang kali pertama. Menurut dr Langit, sebelumnya memang ada beberapa tenaga kesehatan mulai dokter hingga perawat di puskesmas yang terjangkit COVID-19. Namun, mereka berhasil selamat usai menjalani perawatan medis.
(Baca juga: Selama Pandemi COVID-19 Transaksi GoFood Meningkat )
"Ini yang pertama (tenaga kesehatan meninggal akibat COVID-19). Berdasarkan data, sekitar 10 persen dari jumlah pasien terkonfirmasi positif di Mojokerto adalah tenaga kesehatan. Jumlahnya 97 orang yang positif COVID-19 termasuk satu meninggal. Semoga tidak ada lagi ya," harap dr Langit.
"Setelah itu pasien dirujuk ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo untuk penanganan yang lebih lanjut. Akan tetapi kondisi kesehatan pasien menurun setelah itu pasien dinyatakan meninggal," jelas dr Langit.
Kasus meninggalnya tenaga kesehatan akibat terjangkit virus Corona di Kabupaten Mojokerto ini yang kali pertama. Menurut dr Langit, sebelumnya memang ada beberapa tenaga kesehatan mulai dokter hingga perawat di puskesmas yang terjangkit COVID-19. Namun, mereka berhasil selamat usai menjalani perawatan medis.
(Baca juga: Selama Pandemi COVID-19 Transaksi GoFood Meningkat )
"Ini yang pertama (tenaga kesehatan meninggal akibat COVID-19). Berdasarkan data, sekitar 10 persen dari jumlah pasien terkonfirmasi positif di Mojokerto adalah tenaga kesehatan. Jumlahnya 97 orang yang positif COVID-19 termasuk satu meninggal. Semoga tidak ada lagi ya," harap dr Langit.
Lihat Juga :