Gubernur Edy Sampaikan Capaian Kinerja Pemprov Sumut 2019
Kamis, 07 Mei 2020 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Pertumbuhan ekonomi juga meningkat menjadi 5,22% pada tahun 2019, dari sebelumnya 5,18% tahun 2018. “Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi komunikasi sebesar 9,63%, disusul lapangan usaha penyediaan akomodasi, makan dan minum sebesar 8,88%, administrasi pemerintahan, pertanian dan jaminan sosial wajib sebesar 8,15%, perdagangan besar reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 6,93%, dan jasa lainnya sebesar 6,15%,” kata Gubernur dikutip dari laman Sumutprov.go.id.
Sementara rata-rata inflasi Sumut 2,33%, lebih rendah dari inflasi nasional 2,72% pada tahun 2019. Di bidang Ketenagakerjaan Sumut juga berhasil mencetak capaian yang baik. Jumlah pengangguran terbuka Agustus 2018 sebesar 5,56%, turun menjadi 5,41% pada Agustus 2019. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 sebanyak 6.681.000 orang. “Kondisi ketenagakerjaan ini tidak terlepas dari kinerja sektor perekonomian yang ada,” kata Edy Rahmayadi.
Tahun 2019, kata Edy, Pemprov Sumut juga berhasil meningkatkan angka harapan hidup menjadi 68,9 tahun dari sebelumnya 68,61 tahun pada tahun 2018. Di bidang pendidikan, realisasi angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah sederajat tahun 2018 sebesar 97,14%, meningkat menjadi 100,83% pada tahun 2019.
Angka partisipasi murni (APM) sekolah menengah sederajat tahun 2018 dicapai sebesar 71,19%, naik menjadi 80,61% tahun 2019. Nilai rata-rata ujian nasional sekolah menengah sederajat tahun 2018 mencapai 43,44%, meningkat menjadi 44,64% tahun 2019. “Begitu pula dengan angka melek huruf 15 tahun ke atas pada tahun 2018 sebesar 99,14% menjadi 99,23% pada tahun 2019,” kata Edy.
Khusus stunting pada balita, menurut Gubernur, berdasarkan hasil survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 diperoleh prevalensi stunting pada balita sebesar 30,7%. Angka tersebut menurun bila dibandingkan pada tahun 2018 sebesar 32,3%. Angka tersebut juga sudah mencapai target prevelansi yang ditetapkan yakni 31,50%. “Maka penurunan prevensi stunting pada balita di Sumut sudah tercapai,” ungkap Gubernur.
Sementara rata-rata inflasi Sumut 2,33%, lebih rendah dari inflasi nasional 2,72% pada tahun 2019. Di bidang Ketenagakerjaan Sumut juga berhasil mencetak capaian yang baik. Jumlah pengangguran terbuka Agustus 2018 sebesar 5,56%, turun menjadi 5,41% pada Agustus 2019. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 sebanyak 6.681.000 orang. “Kondisi ketenagakerjaan ini tidak terlepas dari kinerja sektor perekonomian yang ada,” kata Edy Rahmayadi.
Tahun 2019, kata Edy, Pemprov Sumut juga berhasil meningkatkan angka harapan hidup menjadi 68,9 tahun dari sebelumnya 68,61 tahun pada tahun 2018. Di bidang pendidikan, realisasi angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah sederajat tahun 2018 sebesar 97,14%, meningkat menjadi 100,83% pada tahun 2019.
Angka partisipasi murni (APM) sekolah menengah sederajat tahun 2018 dicapai sebesar 71,19%, naik menjadi 80,61% tahun 2019. Nilai rata-rata ujian nasional sekolah menengah sederajat tahun 2018 mencapai 43,44%, meningkat menjadi 44,64% tahun 2019. “Begitu pula dengan angka melek huruf 15 tahun ke atas pada tahun 2018 sebesar 99,14% menjadi 99,23% pada tahun 2019,” kata Edy.
Khusus stunting pada balita, menurut Gubernur, berdasarkan hasil survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 diperoleh prevalensi stunting pada balita sebesar 30,7%. Angka tersebut menurun bila dibandingkan pada tahun 2018 sebesar 32,3%. Angka tersebut juga sudah mencapai target prevelansi yang ditetapkan yakni 31,50%. “Maka penurunan prevensi stunting pada balita di Sumut sudah tercapai,” ungkap Gubernur.
Lihat Juga :