Pohon Kayu Putih Situs Tutari, Diserbu Warga di Masa Pandemi
Senin, 19 Oktober 2020 - 22:37 WIB
loading...
A
A
A
Di masa Pandemi, bukit Tutari cukup ramai dikunjungi warga. Warga Sentani dan sekitarnya datang untuk mengambil daun minyak kayu putih ini sembari menikmati keindahan alam Tutari dan Danau Sentani.
Penjaga situs megalitik Tutari, Hans Pangkatana mengaku pengunjung mulai berdatangan sejak awal pandemi, dan ramai di saat sore hari.
"Biasa sore hari ramai, dari anak-anak muda dan orang tua bisa datang. Anak-anak sekolah juga ada. Selain mengambil daun minyak kayu putih, pengunjung bisa berswa foto, karena tempat ini berada ketinggian dan bagus untuk foto, apalagi sunset," kata Hans Minggu (18/10/2020).
Dengan banyaknya pengunjung, Hans mengaku sedikit kwalahan. Karena sebagai penjaga situs, dirinya juga merasa bertanggungjawab atas lingkungan situs termasuk keberadaan pohon minyak kayu putih di areal situs, dengan banyaknya pengunjung maka pengawasan diperketat.(Baca juga : Runway Licin karena Hujan, Pesawat Tariku Air Tergelincir di Bandara Bayabiru )
"Pengunjung ini ketika turun dari Bukit Tutari, mereka memetik ranting yang ada daun-daun pohon kayu putih, mereka memetik bagian ujung pohon yang mudah dijangkau. Saya hanya memperingatkan jangan ambil banyak-banyak. Saya hanya jaga sendiri, tidak ada teman, untuk jaga situs ini kami kekurangan SDM," katanya menceritakan .
Dia mengaku, Situs megalitik Tutari berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua tersebut hanya memperkerjakan dirinya seorang, sementara wilayah yang harus diawasi cukup luas. (Baca juga : Menteri LHK Kunjungi Penyulingan Minyak Kayu Putih di Boyolali )
Penjaga situs megalitik Tutari, Hans Pangkatana mengaku pengunjung mulai berdatangan sejak awal pandemi, dan ramai di saat sore hari.
"Biasa sore hari ramai, dari anak-anak muda dan orang tua bisa datang. Anak-anak sekolah juga ada. Selain mengambil daun minyak kayu putih, pengunjung bisa berswa foto, karena tempat ini berada ketinggian dan bagus untuk foto, apalagi sunset," kata Hans Minggu (18/10/2020).
Dengan banyaknya pengunjung, Hans mengaku sedikit kwalahan. Karena sebagai penjaga situs, dirinya juga merasa bertanggungjawab atas lingkungan situs termasuk keberadaan pohon minyak kayu putih di areal situs, dengan banyaknya pengunjung maka pengawasan diperketat.(Baca juga : Runway Licin karena Hujan, Pesawat Tariku Air Tergelincir di Bandara Bayabiru )
"Pengunjung ini ketika turun dari Bukit Tutari, mereka memetik ranting yang ada daun-daun pohon kayu putih, mereka memetik bagian ujung pohon yang mudah dijangkau. Saya hanya memperingatkan jangan ambil banyak-banyak. Saya hanya jaga sendiri, tidak ada teman, untuk jaga situs ini kami kekurangan SDM," katanya menceritakan .
Dia mengaku, Situs megalitik Tutari berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua tersebut hanya memperkerjakan dirinya seorang, sementara wilayah yang harus diawasi cukup luas. (Baca juga : Menteri LHK Kunjungi Penyulingan Minyak Kayu Putih di Boyolali )
Lihat Juga :