Aktivitas Tambang di Sungai Bajo Diminta Segera Dihentikan
Minggu, 18 Oktober 2020 - 23:36 WIB
loading...
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Luwu, Ridwan Tumbalolo memimpin rapat koordinasi. Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Luwu, Ridwan Tumbalolo, meminta agar aktivitas tambang di sepanjang Sungai Bajo dihentikan. Pihaknya melarang aktivitas tambang lantaran dikhawatirkan merusak lingkungan dan sejumlah fasilitas negara.
Menurut Ridwan, aktivitas tambang galian C , khususnya di wilayah Desa Rumaju dan Desa Kadong-kadong mesti segera dihentikan. Ia menilai keberadaan tambang di wilayah itu melanggar aturan, tidak sesuai dengan aturan tentang ESDM maupun terkait Perda RTRW, khususnya di Luwu.
Baca Juga: Bupati Apresiasi Anggota DPRD Kabupaten Luwu
"Dari segi tata ruang dalam wilayah itu ya nampak sekali. Di sana ada fasilitas negara yang harus kita selamatkan. Saya prihatin melihat kondisi Bendung Tomatope, Bendung Rumaju dan Jembatan Sampeng," ujar Ridwan.
Menurut Ridwan, kondisi jembatan di Sungai Bajo misalnya yang kerangka cornya tergantung alias mulai rusak. Dinas Pekerjaan Umum sudah melakukan beberapa kali perbaikan.
"Fasilitas negara yang ada harus dijaga. Makanya, tambang itu perlu kita tinjau ulang dan dihentikan," tegas dia.
Menurut Ridwan, aktivitas tambang galian C , khususnya di wilayah Desa Rumaju dan Desa Kadong-kadong mesti segera dihentikan. Ia menilai keberadaan tambang di wilayah itu melanggar aturan, tidak sesuai dengan aturan tentang ESDM maupun terkait Perda RTRW, khususnya di Luwu.
Baca Juga: Bupati Apresiasi Anggota DPRD Kabupaten Luwu
"Dari segi tata ruang dalam wilayah itu ya nampak sekali. Di sana ada fasilitas negara yang harus kita selamatkan. Saya prihatin melihat kondisi Bendung Tomatope, Bendung Rumaju dan Jembatan Sampeng," ujar Ridwan.
Menurut Ridwan, kondisi jembatan di Sungai Bajo misalnya yang kerangka cornya tergantung alias mulai rusak. Dinas Pekerjaan Umum sudah melakukan beberapa kali perbaikan.
"Fasilitas negara yang ada harus dijaga. Makanya, tambang itu perlu kita tinjau ulang dan dihentikan," tegas dia.
Lihat Juga :