Pandemi Corona Serang 212 Negara dan Menginfeksi 3,8 Juta Orang
Kamis, 07 Mei 2020 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
Angka kematian akibat COVID-19 di Inggris adalah tertinggi kedua di dunia. Sementara jumlah kasus infeksi di Inggris adalah yang keempat di dunia, setelah AS, Spanyol, dan Italia yang mencatat kasus infeksi sebanyak 214.457 dengan total korban meninggal 29.684 atau tertinggi ketiga di dunia.
Di Indonesia, tercatat ada 12.438 kasus infeksi virus Corona dengan 895 orang meninggal dan 2.317 dinyatakan sembuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan perhatian khusus kepada kebijakan khusus sejumlah negara yang mulai melonggarkan penguncian atau lockdown di wilayahnya.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan risiko kembali menerapkan lockdown jika negara-negara yang melonggarkan pembatasan tidak mengelola masa transisi dengan hati-hati. (Baca juga; 29 Pasien Positif COVID-19 di Bogor Raya Dinyatakan Sembuh )
Sementara itu, studi oleh para pakar di Genetics Institute University College London (UCL) menemukan hampir 200 mutasi genetik berulang dari virus corona baru (SARS-CoV-2) yang menunjukkan bagaimana virus itu berevolusi saat menyebar pada manusia.
Analisa genetik pada sampel dari lebih 7.500 orang yang terinveksi COVID-19 menunjukkan virus itu menyebar cepat ke penjuru dunia pada akhir 2019 dan beradaptasi pada inang manusia.
Di Indonesia, tercatat ada 12.438 kasus infeksi virus Corona dengan 895 orang meninggal dan 2.317 dinyatakan sembuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan perhatian khusus kepada kebijakan khusus sejumlah negara yang mulai melonggarkan penguncian atau lockdown di wilayahnya.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan risiko kembali menerapkan lockdown jika negara-negara yang melonggarkan pembatasan tidak mengelola masa transisi dengan hati-hati. (Baca juga; 29 Pasien Positif COVID-19 di Bogor Raya Dinyatakan Sembuh )
Sementara itu, studi oleh para pakar di Genetics Institute University College London (UCL) menemukan hampir 200 mutasi genetik berulang dari virus corona baru (SARS-CoV-2) yang menunjukkan bagaimana virus itu berevolusi saat menyebar pada manusia.
Analisa genetik pada sampel dari lebih 7.500 orang yang terinveksi COVID-19 menunjukkan virus itu menyebar cepat ke penjuru dunia pada akhir 2019 dan beradaptasi pada inang manusia.
(wib)
Lihat Juga :