Bawaslu Luwu Timur Ajak Pelajar Jadi Pemilih Cerdas Anti Politik Uang

Minggu, 18 Oktober 2020 - 12:41 WIB
loading...
Bawaslu Luwu Timur Ajak Pelajar Jadi Pemilih Cerdas Anti Politik Uang
Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rachman Atja. Foto: SINDOnews/Fitra Budin
A A A
LUWU TIMUR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif di Kecamatan Tomoni, Sabtu (17/10/2020). Pada kegiatan tersebut, Bawaslu menyasar pemilih pemula dari kalangan pelajar .

Pelibatan pemilih pemula dalam pemilihan kali ini dianggap Bawaslu sangat penting, karena persentase daftar pemilih tetap (DPT) di Luwu Timur, khususnya pemilih pemula yang berumur 17-20 tahun sekitar 27%.

Ketua Bawaslu Luwu Timur , Rachman Atja mengajak para pelajar untuk menjadi pemilih cerdas yang berani menolak politik uang , hoaks dan SARA agar pemilihan bupati dan wakil bupati Luwu Timur dapat menjadi barometer dari 270 daerah yang berpilkada.



"Ayo para adik-adik, mari menjadi pemilih-pemilih cerdas yang berani menolak politik uang, hoaks dan sara agar pemilihan bupati dan wakil bupati Luwu Timur tahun 2020," pinta dia.

Sementara itu, anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad yang hadir sebagai pembicara pada kegiatan tersebut menaruh harapan besar bagi para pemuda sebagai penerus bangsa untuk membangun proses demokrasi yang berkualitas.

Karena kata dia, generasi muda akan menjadi pemimpin masa depan bangsa. Hari ini jadi siswa besok jadi pemimpin, begitu ucapnya.

“Cita-cita kita adalah bagaimana membangun bangsa ini menjadi bangsa yang semakin baik dan semakin demokratis , serta membuat masyarakat sejahretera, disegani bukan hanya karena kekuatannya tapi juga bagaimana membangun demokrasi bangsanya ke arah yang lebih baik," jelas Saiful.



Apalagi, lanjut Saiful, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju maka semangat, nilai, budaya yang menjadi milik bangsa, harus tetap terpelihara.

“Semangat nilai tercermin dalam kejujuran, saling menghargai, bekerja sama dalam kebaikan, gotong royong. Perkembangan teknologi boleh maju tapi nilai harus tetap terpelihara dan ini akan menjadi penyanggah proses demokrasi yang kita bangun," tegas Saiful.

“Letakkan nilai-nilai sebagai fondasi yang tidak boleh runtuh dalam membangun semangat bangsa kita lalu isi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi," sambung Saiful.



Saiful menambahkan, jika ingin bangunan bangsa tetap utuh dan kokoh maka para generasi muda mesti hadir untuk menjaga nilai dan menularkan kepada orang lain. "Kita semua menyadari bahwa nilai-nilai yang diwariskan dan diajarkan leluhur kita harus dipelihara dengan baik karena hal tersebut menjadi karekteristik bangsa itu sendiri," kata Saiful.

“Mari menjaga nilai-nilai yang ada dengan menolak segala bentuk tindakan yang dapat mencederai demokrasi itu sendiri," ajak Saiful.
(luq)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1358 seconds (0.1#10.140)