2020, Produksi Padi di Jawa Timur Diprediksi Mencapai 10,02 Juta Ton

loading...
2020, Produksi Padi di Jawa Timur Diprediksi Mencapai 10,02 Juta Ton
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/dok
SURABAYA - Produksi padi di Jawa Timur (Jatim) sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 8,48 juta ton gabah kering giling (GKG).

Capaian tersebut naik 2,02% atau 167.850 ton dibanding Januari-September 2019 yang sebesar 8,31 juta ton GKG. Sementara itu, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 1,54 juta ton GKG.

Dengan demikian, total potensi produksi padi pada 2020 diperkirakan mencapai 10,02 juta ton GKG. Jumlah tersebut naik 4,61% atau 441.450 dibanding tahun 2019 yang sebesar 9,58 juta ton GKG. Produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan April. Yakni sebesar 2,24 juta ton.

“Sementara produksi terendah terjadi pada bulan Januari. Yaitu sebesar 0,29 juta ton,” kata Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Mohammad Farikhin dalam rilisnya, Jumat (16/10/2020).

Berbeda dengan produksi pada 2020, produksi tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Maret. Tiga kabupaten/kota dengan total potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada 2020 adalah Lamongan, Ngawi, dan Bojonegoro.



Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah adalah Kota Blitar, Kota Batu, dan Kota Mojokerto. Kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2020 terjadi di Ponorogo, Ngawi, Bojonegoro, dan Nganjuk.

“Sementara itu, penurunan produksi padi pada 2020 yang relatif besar terjadi di Sidoarjo, Jember, Blitar, dan Mojokerto,” ujar Farikhin. (Baca juga: Ketum Dekopin dan Wagub Lantik Pengurus Dekopinwil Jatim 2020-2025)

Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras, sepanjang Januari hingga September 2020 setara dengan 4,87 juta ton beras. Angka itu naik sebesar 2,02% atau 96.420 ton dibanding 2019 yang sebesar 4,77 juta ton. (Baca juga: GM FKPPI Jatim Larang Anggota Gunakan Atribut Organisasi untuk Politik Praktis)



Sementara itu, potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2020 sebesar 0,89 juta ton beras. Sehingga potensi produksi beras pada 2020 diperkirakan mencapai 5,76 juta ton beras, atau naik 253.590 dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 5,50 juta ton.

“Produksi beras tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan April. Yaitu sebesar 1,29 juta ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 0,17 juta ton. Berbeda dengan produksi pada 2020, produksi beras tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Maret,” pungkas Farikhin.
(boy)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top