Tingkatkan Produktifitas Lahan, Wabup Lamandau Resmikan Program Mina Padi
Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
“Program ini akan dikembangkan oleh 193 negara, menjadi kebanggaan kita sebagai pelopor mina padi ini, namun sayang di dalam negeri sendiri belum di kembangkan secara maksimal ditingkat daerah,” ungkap Kuderon.
Oleh karena itu, program mina padi akan mulai dikembangkan di Kabupaten Lamandau pada 2021 mendatang. “Kami akan mulai kembangkan di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Lamandau mulai tahun depan (2021), tentunya dengan melihat potensi sawah dan pertanian di lokasi pengembangannya.”
Menurutnya, program tersebut juga sebagai salah satu upaya optimalisasi lahan pertanian dengan dua keuntungan bagi petani, panen padi sebagai tujuan utama dan panen ikan sebagai tujuan komplementer.
“Pilot project Mina padi ini menggunakan lahan 0,25 hektare dengan benih padi varietas Inpari 42 yang memiliki produktifitas 10 ton per hektare. telah ditanah sejak September lalu. Sedangkan benih ikan jenis nila ukuran 8-12 cm sebanyak 1000 ekor.”
Dirinya berharap, sesuai proyeksi umur tanaman 112 hari, maka pada minggu kedua Januari 2021 pilot project tersebut dapat dipanen. “Semoga saja pilot project ini berhasil, dan kedepan dapat terus dikembangkan oleh petani di Kabupaten Lamandau.”
Oleh karena itu, program mina padi akan mulai dikembangkan di Kabupaten Lamandau pada 2021 mendatang. “Kami akan mulai kembangkan di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Lamandau mulai tahun depan (2021), tentunya dengan melihat potensi sawah dan pertanian di lokasi pengembangannya.”
Menurutnya, program tersebut juga sebagai salah satu upaya optimalisasi lahan pertanian dengan dua keuntungan bagi petani, panen padi sebagai tujuan utama dan panen ikan sebagai tujuan komplementer.
“Pilot project Mina padi ini menggunakan lahan 0,25 hektare dengan benih padi varietas Inpari 42 yang memiliki produktifitas 10 ton per hektare. telah ditanah sejak September lalu. Sedangkan benih ikan jenis nila ukuran 8-12 cm sebanyak 1000 ekor.”
Dirinya berharap, sesuai proyeksi umur tanaman 112 hari, maka pada minggu kedua Januari 2021 pilot project tersebut dapat dipanen. “Semoga saja pilot project ini berhasil, dan kedepan dapat terus dikembangkan oleh petani di Kabupaten Lamandau.”
(ars)
Lihat Juga :