Legislator DPR RI: Jangan Samakan Papua dengan Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2020 - 07:32 WIB
loading...
Legislator DPR RI: Jangan...
Anggota Komisi IX DPR RI dari Papua, Mesakh Mirin saat berbincang dengan Kepala Puskesmas Waena, Kota Jayapura. Foto/iNews/Cornelia Mudumi
A A A
JAYAPURA - Pembangunan infrastruktur kesehatan di Papua , tidak sama dengan di Jakarta. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IX DPR-RI asal Papua , Mesakh Mirin saat melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihannya.

(Baca juga: Polres Pasaman Gagalkan Pengiriman 100 Paket Ganja Kering )

Dia mengatakan untuk membangun infratruktur kesehatan di Papua , membutuhkan anggaran yang besar, karena persoalan kondisi geografis di Papua yang begitu sulit. Bahkan ada bebarapa kabupaten yang hanya menggunakan transportasi udara, sehingga berpengaruh terhadap tingkat kemahalan logistik pembangunan.

Mesak Mirin melakukan kunjungan kerja ke Puskemas Kemiri, di Kabupaten Jayapura, dan Puskemas Waena, di Kota Jayapura, serta kantor BKKBN Provinsi Papua di Kota Jayapura, Selasa (13/10/2020).

"Membangun infratruktur kesehatan di Papua, membutuhkan anggaran yang besar, kita tidak bisa samakan dengan anggaran untuk membangun fasilitas kesehatan di Jakarta, karena beda jauh. Kita di sini untuk angkat logistik ke daerah di Papua , pakai pesawat, butuh dana yang besar," ungkapnya.

(Baca juga: 96.039 Pelanggar di Jateng Terjaring Operasi Penegakan Prokes )

Lebih lanjut legislator asal PAN ini, dengan anggaran yang besar, maka pemerintah bisa membangun fasilitas kesehatan yang memadai bagi masyakat Papua . Dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai maka derajat kesehatan rakyat Papua , bisa meningkat, terutama di pusat-pusat kesehatan terdepan, seperti puskemas, maupun rumah sakit-rumah sakit rujukan di daerah.

"Mewakili rakyat Papua , saya berharap agar Menteri Kesehatan, para Dirjen-dirjennya, harus pahami persoalan kesehatan di Papua . Harus berikan anggaran yang besar, sehingga kita bisa meningkatkan fasilitas kesehatan di Papua . Rakyat saat ini butuh pelayanan kesehatan yang memadai," terangnya.

Mesak mengambil contoh, dua puskemas yang berada di dekat pusat kota Provinsi Papua , saja fasilitas kesehatan masih kurang. Misalnya di Puskemas Sentani, Kabupaten Jayapura, sudah ada fasilitas kesehatan, hanya saja mereka belum ada perumahan untuk dokter. Rumah dokter harus dekat dengan puskemas, sehingga bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien ketika pasien sedang membutuhkan pelayanan.

(Baca juga: Pelaku Begal Payudara Mahasiswi Dibekuk Polsek Percut Sei Tuan )

Sementara di Puskemas Waena, Kota Jayapura, lokasi puskemas tidak memadai, sudah tidak bisa lagi untuk pengembangan bangunan, padahal puskemas ini merupakan salah satu puskemas yang melayani warga setempat.

Sangat membutuhkan lokasi yang baru, padahal dua puskemas ini merupakan puskemas yang berada di jantung kota Provinsi Papua , yang harusnya lebih lengkap, apalagi puskemas di wilayah pegunungan maupun di lembah dan pesisir pantai, yang jauh dari perkotaan, pastilah lebih parah.

"Untuk itu ke depan, saya akan mendorong agar ada tambahan anggaran dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2021, maupun Provinsi dan Kabupaten/Kota, guna bersama-sama memperbaiki fasilitas kesehatan, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.

(Baca juga: Menabuh Periuk Nasi di Tengah Pandemi )

Apalagi, menurutnya tahun 2021 Provinsi Papua , akan menjadi tuan rumah PON 2021, fasilitas kesehatan di pusat kota Provinsi Papua , yaitu Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura, harus dilengkapi. Misalnya RSUD Dok II Jayapura, dan RSUD Abepura di Kota Jayapura, maupun RSUD Yowari Kabupaten Jayapura, harus dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang baik, karena melayani para atlet dan undangan dari luar Papua.

Sementara itu, terkait dengan Kantor BKKBN Provinsi Papua , Mesak juga mengakui, setelah memantau kantor tersebut, ternyata kantor sedang dalam proses pembangunan, karena bangunan yang lama sering terkena banjir. Untuk dirinya mendorong ke pusat, agar ada tambahan anggaran guna membangun gedung kantor baru BKKBN Provinsi Papua , karena peran BKKBN juga sangat penting bagi kesehatran ibu dan anak di Papua .
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
TNI Hidupkan Desa yang...
TNI Hidupkan Desa yang Lama 'Mati Suri' di Pedalaman Jambi
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Berita Terkini
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Grand Opening Mitra10...
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved