Fakta Baru Kasus Prank Bingkisan Sampah, Orang Tua Diduga Bantu Ferdian Kabur

Rabu, 06 Mei 2020 - 19:51 WIB
loading...
Fakta Baru Kasus Prank Bingkisan Sampah, Orang Tua Diduga Bantu Ferdian Kabur
Pelaku Ferdian Paleka saat memberikan bingkisan berisi sampah dan batu kepada dua waria yang menjadi korban prank. Foto/Screenshot video viral
A A A
BANDUNG - Fakta terbaru kasus video prank bagi-bagi bingkisan berisi sampah dan batu terungkap. Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung mengungkap dugaan kuat orang tua Ferdian Paleka membantu anaknya melarikan diri.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan, dugaan bahwa orang tua membantu Ferdian melarikan diri itu berawal dari penyelidikan yang dilakukan penyidik untuk menangkap para pelaku.

Penyidik, kata Galih, mendapatkan informasi masyarakat melihat mobil yang digunakan pelaku Ferdian di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Informasi tersebut ditindaklanjuti penyidik dengan meluncur ke Cileungsi. Tiba di sebuah lokasi daerah Cileungsi, Bogor, penyidik berhasil mengamankan mobil Toyota Vios D 1246 milik Ferdian.

Namun di dalam mobil tersebut bukan Ferdian seperti dugaan sebelumnya, melainkan orang tua pelaku. Meski begitu, mobil Toyota Vios yang merupakan barang bukti kasus prank bingkisan berisi sampah dan batu, dibawa penyidik untuk diamankan di Polrestabes Bandung.

"Jadi setelah tim kami melakukan penyelidikan untuk menangkap para tersangka, kami mendapat informasi dari masyarakat, ada yang melihat mobil yang digunakan pelaku (Ferdian) ada di daerah Bogor, tepatnya Cileungsi. Jadi tim kami melakukan penangkapan yang kami kira yang bersangkutan (Ferdian), namun ternyata orang tua dari saudara F (Ferdian)," kata Galih di Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (6/5/2020).

Penyidik, ujar Galih, juga membawa orang tua Ferdian untuk diperiksa sebagai saksi. Menurut keterangan dari yang orang tua Ferdian, dia enggan menyampaikan secara spesifik keberadaan tersangka. "Intinya, orang tua melindungi anaknya. Jadi tidak memberitahukan keberadaan Ferdian," ujar Galih.

Kasat Reskim menuturkan, meski tak kooperatif dan diduga membantu Ferdian melarikan diri atau bersembunyi, status orang tua Ferdian untuk sementara itu masih saksi.

"Sementara masih saksi. Kami periksa secara intensif terkait apa yang dia ketahui tentang perbuatan yang dilakukan anaknya," tutur Kasat Reskrim.

Galih menilai, sikap orang tua Ferdian tidak kooperatif dengan penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung. "Yah sudah pasti (tidak kooperatif) kalau kami lihat dari krinologi dari awal kami amankan yang pertama. Kemudian kita amankan mobilnya, di mana mobil tersebut milik saudara F yang dibeli sendiri, itu dikuasai oleh orang tuanya," tandas Galih.

Diketahui, video prank pemberian bingkisan berisi sampah dan batu viral dimedia sosial dan menuai kecaman dari warganet. Aksi prank bagi-bagi bingkisan tersebut terjadi di kawasan Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung pada Jumat 2 Mei 2020 dini hari.

Para pelaku, Ferdian Paleka, TB, dan A, membagikan bingkisan dalam kardus berisi sampah dan batu tersebut ke beberapa waria yang mangkal di kawasan itu. Bingkisan itu juga diberikan kepada sekelompok anak-anak.

Setelah viral dan dikecam netizen, Ferdian Paleka menghapus video itu baik di akun Youtube maupun Instagram miliknya. Namun kasus terus berlanjut setelah empat waria yang menjadi korban prank melapor ke Satreskrim Polrestabes Bandung pada Minggu 3 Mei 2020 malam.
(awd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1976 seconds (11.97#12.26)