Pembangunan KIT Batang Masih Menunggu Master Plan

Senin, 12 Oktober 2020 - 18:15 WIB
loading...
Pembangunan KIT Batang...
Bupati Batang Wihaji menyampaikan sambutan saat kunjungan Deputi Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata di KIT Batang, Senin (12/10/2020). FOTO : Istimewa
A A A
BATANG - Progress pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT ) Batang yang digadang Presiden Joko Widodo sebagai tempat relokasi perusahaan asing, masih menunggu master plan.

"Master plan menjadi kunci untuk menetapkan rencana tata ruang wilayah, dan penetapan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang akan dikrluarkan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan 201 PSN di Indonesia," kata Deputi Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata saat mengunjungi KIT Batang, Senin (12/10/2020).

Master plan menjadi referensi untuk merubah status tanah Hak Guna Umum (HGU) PTPN 9 menjadi wilayah kawasan industri hak pengelola lahan (HPL). "Untuk merubah HGU menjadi HPL kita akan segera koordinasikan Kementerian ATR BPN yang kita targetkan 2 sampai tiga bulan tetapi seharusnya bisa lebih cepat," tegasnya.

Sementara Bupati Batang Wihaji mengatakan proyek pembangunan KIT untuk saat ini masih berada pada jalurnya. "Sesuai perencanaan yaitu Oktober, November, Desember pada pekerjaan infrastruktur dasar kawasan industri untuk pekerjaan jalan simpang susun," kata Wihaji.

Tidak hanya itu, master plan dan feasibIlity study serta amdalnya masih dalam proses, karena target Januari 2021 investor masuk di KIT Batang sudah siap. "Kita tidak usah terjebak dengan 450 hektar masuk dalam RTRWnya karena hanya untuk mempercepat prioritas harapan saja, kalau PSN keluar sebanyak 4.300 hektar sudah masuk RTRW semuanya," jelasnya.

Ia menambahkan, KIT Batang tidak akan bersaing dengan kawasan industri di daerah tetangga dan harus bersinergi, karena bagian dari percontohan kawasan yang dikelola oleh negara.

"KIT Batang sebagai percontohan, karena persaingan kita negara lain, maka kawasan industri ini harus mampu berkompetitif dengan Vietnam, Malaysia dan negara lainnya," pungkasnya.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berdayakan Mustahik,...
Berdayakan Mustahik, Baznas RI bersama SMK Peternakan Lembah Hijau Resmikan Balai Ternak di Batang
Malam 1 Suro, Pemkab...
Malam 1 Suro, Pemkab Batang Jamas Tombak Abirawa Bersama 70 Pusaka
Aktivitas Gunung Dieng...
Aktivitas Gunung Dieng Naik Level II, BPBD Batang Siapkan 4 Titik EvakuasiĀ 
Dukung KITB, Bupati...
Dukung KITB, Bupati Wihaji Siap Bangun UPT Metrologi Legal
BPN Batang Penuhi Target...
BPN Batang Penuhi Target 25.001 Sertifikat Program PTSL
Tingkatkan Publikasi,...
Tingkatkan Publikasi, Diskominfo Jalin Kerja Sama dengan Rutan II Batang
Presiden Jokowi Kunjungi...
Presiden Jokowi Kunjungi Kawasan Industri Batang
Sidak Lagi, Bupati Wihaji...
Sidak Lagi, Bupati Wihaji Minta Pembangunan GOR Indoor Batang Dipercepat
Layanan Drive Thru MPP...
Layanan Drive Thru MPP Antar Bupati Batang Raih Penghargaan
Rekomendasi
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
KIKO dan LOLA Siap Sapa...
KIKO dan LOLA Siap Sapa Penggemar di Pollux Mall Cikarang, Gratis!
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved