Hujan Deras, Sejumlah Rumah di Desa Pusar Rawan Terancam Longsor
Senin, 12 Oktober 2020 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Saat dirinya keluar rumah, dirinya melihat pohon nangka, pohon pinang dan pohon durian di belakang rumah tumbang. “Kami langsung beres–beres di dapur, kami takut tanah terbis dan rumah kami longsor,” katanya.
Senada, Sudirman mengaku sangat khawatir jika dalam pekan ini atau pekan depan, Desa Pusar kembali diguyur hujan. (Baca juga: Miris, Kondisi Pasar di PALI yang Dibangun dengan Miliaran Rupiah Terbengkalai)
Kekhawatiran Sudirman beralasan, kemungkinan hujan deras rumahnya ikut terseret tanah terbis di belakang rumahnya. “Kalau tidak segera dibronjong, rumah kami pasti ikut longsor,” ucapnya. (Baca juga: Jual Gadis Muda Rp500 Ribu, Seorang Perempuan Cantik di Palembang Dicokok Polisi)
Sudirman berharap, pihak terkait kiranya beraksi mendengar keluhan warga Desa Pusar untuk dibangunkan bronjong. Apalagi, hujan terus mengguyur Kabupaten OKU. “Kami sangat berharap kepada bapak–bapak di pemerintahan agar keinginan kami terpenuhi,” jelasnya.
Diterangkan Sudirman, sebenarnya di kampung III sudah ada gorong–gorong, namun tidak sampai ke belakang rumahnya karena berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. “Ngarap nian bronjong dibangun. Kalau tidak, rumah kami jadi terbis,” pungkas Sudirman.
Senada, Sudirman mengaku sangat khawatir jika dalam pekan ini atau pekan depan, Desa Pusar kembali diguyur hujan. (Baca juga: Miris, Kondisi Pasar di PALI yang Dibangun dengan Miliaran Rupiah Terbengkalai)
Kekhawatiran Sudirman beralasan, kemungkinan hujan deras rumahnya ikut terseret tanah terbis di belakang rumahnya. “Kalau tidak segera dibronjong, rumah kami pasti ikut longsor,” ucapnya. (Baca juga: Jual Gadis Muda Rp500 Ribu, Seorang Perempuan Cantik di Palembang Dicokok Polisi)
Sudirman berharap, pihak terkait kiranya beraksi mendengar keluhan warga Desa Pusar untuk dibangunkan bronjong. Apalagi, hujan terus mengguyur Kabupaten OKU. “Kami sangat berharap kepada bapak–bapak di pemerintahan agar keinginan kami terpenuhi,” jelasnya.
Diterangkan Sudirman, sebenarnya di kampung III sudah ada gorong–gorong, namun tidak sampai ke belakang rumahnya karena berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. “Ngarap nian bronjong dibangun. Kalau tidak, rumah kami jadi terbis,” pungkas Sudirman.
(boy)
Lihat Juga :