BI Bagi-bagi Tips agar Masyarakat Terhindar dari Penipuan Uang Palsu
Senin, 12 Oktober 2020 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
"Teliti ketika bertransaksi, selalu terapkan 3D (dilihat, diraba, diterawang). Sebisa mungkin hindari pembayaran cash dan lakukan pola transfer atau non tunai," sebutnya.
Disinggung mengenai kemiripan uang palsu yang diproduksi oleh sindikat pelaku, dirinya melihat kualitasnya tidak bagus. (Baca juga: Sekap dan Aniaya Intel Polda Jabar Pakai Sekop-Batu, 7 Orang Jadi Tersangka)
Meskipun bagi masyarakat awam bisa saja terkecoh karena secara kasat mata memang mirip. Namun jika masuk ke bank dan ada di mesin penghitungan otomatis, pasti akan terdeteksi. "Saya liat dari sisi gambar dan warna terlihat buram dibandingkan uang yang asli," ujarnya. (Baca juga: Sindikat Upal di Jawa Barat Cetak Rp24 Miliar Selama Dua Tahun)
Sedangkan salah seorang pelaku yang berhasil ditangkap, Pendi (44) mengaku biasanya untuk menyamarkan atau mengelabui warga biasanya upal ini diselipkan di antara uang asli. Dia biasanya mengedarkan uangnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang perputaran uangnya tinggi.
"Peran saya sebagai pengedar kalau yang cetak beda lagi. Saya tadinya mau edarkan ke luar negeri tapi susah nembusnya, makanya diedarkan di Jakarta dan sekitarnya saja," ucapnya yang mendapat upah Rp1 juta setiap minggunya dari menjual upal ini.
Disinggung mengenai kemiripan uang palsu yang diproduksi oleh sindikat pelaku, dirinya melihat kualitasnya tidak bagus. (Baca juga: Sekap dan Aniaya Intel Polda Jabar Pakai Sekop-Batu, 7 Orang Jadi Tersangka)
Meskipun bagi masyarakat awam bisa saja terkecoh karena secara kasat mata memang mirip. Namun jika masuk ke bank dan ada di mesin penghitungan otomatis, pasti akan terdeteksi. "Saya liat dari sisi gambar dan warna terlihat buram dibandingkan uang yang asli," ujarnya. (Baca juga: Sindikat Upal di Jawa Barat Cetak Rp24 Miliar Selama Dua Tahun)
Sedangkan salah seorang pelaku yang berhasil ditangkap, Pendi (44) mengaku biasanya untuk menyamarkan atau mengelabui warga biasanya upal ini diselipkan di antara uang asli. Dia biasanya mengedarkan uangnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang perputaran uangnya tinggi.
"Peran saya sebagai pengedar kalau yang cetak beda lagi. Saya tadinya mau edarkan ke luar negeri tapi susah nembusnya, makanya diedarkan di Jakarta dan sekitarnya saja," ucapnya yang mendapat upah Rp1 juta setiap minggunya dari menjual upal ini.
(boy)
Lihat Juga :