Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Kamis, 04 Juni 2026 - 09:34 WIB
loading...
Sinergi yang baik antara Pemprov DKI dan Bank Indonesia perwakilan Jakarta berhasil meredam inflasi meskipun tekanan global meningkat. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Sinergi yang baik antara Pemprov DKI dan Bank Indonesia perwakilan Jakarta berhasil meredam inflasi meskipun tekanan global meningkat. Tercatat meskipun melewati Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, inflasi Jakarta malah merendah dari 0,21 persen di bulan sebelumnya menjadi 0,12 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setiawan menjelaskan meski turun, tekanan tetap terjadi dan bersumber dari harga energi nonsubsidi yakni BBM Non Subsidi dan bahan bakar rumah tangga (khususnya LPG) yang mengalami kenaikan seiring lonjakan harga energi global.
Baca juga: Libur Sekolah, Inflasi Jakarta Tetap Terkendali
"Secara tahunan, inflasi DKI Jakarta pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,49 persen (yoy), paling rendah di antara semua provinsi di Jawa dan lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 3,08 persen (yoy)," ujar Iwan, Rabu (3/6/2026).
Sekalipun koreksi harga emas perhiasan alami pelemahan seiring tren global. Namun, sinergi yang baik membuat inflasi terkendali meski kenaikan administrated price yang terimbas kenaikan harga minyak dan energi global yang meningkat.
Secara keseluruhan, dinamika tersebut mendorong kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi dengan laju 0,55 persen (mtm), meskipun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,46 persen (mtm).
"Dampak lonjakan minyak mentah dan gas global juga mendorong penyesuaian harga bahan bakar rumah tangga nonsubsidi. Penyesuaian harga diberlakukan sejak 18 April 2026 dan merupakan penyesuaian harga pertama sejak November 2023. Kondisi tersebut mendorong inflasi yang lebih tinggi pada kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Rumah Tangga, yakni sebesar 0,09 persen (mtm)," ungkap Iwan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta Iwan Setiawan menjelaskan meski turun, tekanan tetap terjadi dan bersumber dari harga energi nonsubsidi yakni BBM Non Subsidi dan bahan bakar rumah tangga (khususnya LPG) yang mengalami kenaikan seiring lonjakan harga energi global.
Baca juga: Libur Sekolah, Inflasi Jakarta Tetap Terkendali
"Secara tahunan, inflasi DKI Jakarta pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,49 persen (yoy), paling rendah di antara semua provinsi di Jawa dan lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 3,08 persen (yoy)," ujar Iwan, Rabu (3/6/2026).
Sekalipun koreksi harga emas perhiasan alami pelemahan seiring tren global. Namun, sinergi yang baik membuat inflasi terkendali meski kenaikan administrated price yang terimbas kenaikan harga minyak dan energi global yang meningkat.
Secara keseluruhan, dinamika tersebut mendorong kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi dengan laju 0,55 persen (mtm), meskipun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,46 persen (mtm).
"Dampak lonjakan minyak mentah dan gas global juga mendorong penyesuaian harga bahan bakar rumah tangga nonsubsidi. Penyesuaian harga diberlakukan sejak 18 April 2026 dan merupakan penyesuaian harga pertama sejak November 2023. Kondisi tersebut mendorong inflasi yang lebih tinggi pada kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Rumah Tangga, yakni sebesar 0,09 persen (mtm)," ungkap Iwan.
Lihat Juga :