Korea Utara Pamerkan Rudal Balistik Antar Benua di Parade Militer
Minggu, 11 Oktober 2020 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Panda mencatat bahwa kemajuan nyata dalam program nuklir Korea Utara tidak mengorbankan militer konvensionalnya.
"Banyak modernisasi senjata kecil & pengenalan pelindung tubuh baru. Investasi konvensional terus berlanjut meskipun kekuatan nuklir ada kemajuan," katanya dalam tweet.
"Apa yang ditunjukkan Korea Utara kepada kami, apa yang tampak seperti ICBM berbahan bakar cair baru yang tampaknya merupakan turunan dari apa yang diuji pada akhir 2017, yang dikenal sebagai Hwasong-15, jauh lebih besar dan jelas lebih kuat daripada apa pun di gudang senjata DPRK," kata Harry Kazianis, Direktur Senior Studi Korea di Center for the National Interest yang berbasis di Washington menggunakan akronim dari nama resmi Korea Utara .
Ketika Hwasong-15 diuji pada 2017, Pyongyang mengatakan rudal itu mampu membawa hulu ledak nuklir super-berat. Analis mengatakan pada saat itu diperkirakan akan mencapai sebagian besar daratan Amerika Serikat (AS).
Jadi senjata yang lebih besar secara teori akan memungkinkan Korea Utara menempatkan lebih banyak hulu ledak di atas daratan Amerika Serikat dengan satu peluncuran roket.
Sebelum parade, para analis bertanya-tanya apakah Korea Utara akan meluncurkan rudal balistik berbahan bakar padat selama upacara.
Baca Juga: Korsel: Korut Terindikasi Gelar Parade Militer Besar-besaran
Rudal berbahan bakar padat menawarkan keunggulan dibandingkan rudal berbahan bakar cair karena dapat bergerak tanpa truk bahan bakar yang menyertainya. Ini berarti mereka dapat diluncurkan lebih cepat dan lebih mudah disembunyikan dari satelit mata-mata.
Sebelumnya berbicara di depan tank dan peluncur rudal, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memuji militer negaranya dan mengatakan bahwa persentaan itu ada di sana untuk membela rakyat.
"Banyak modernisasi senjata kecil & pengenalan pelindung tubuh baru. Investasi konvensional terus berlanjut meskipun kekuatan nuklir ada kemajuan," katanya dalam tweet.
"Apa yang ditunjukkan Korea Utara kepada kami, apa yang tampak seperti ICBM berbahan bakar cair baru yang tampaknya merupakan turunan dari apa yang diuji pada akhir 2017, yang dikenal sebagai Hwasong-15, jauh lebih besar dan jelas lebih kuat daripada apa pun di gudang senjata DPRK," kata Harry Kazianis, Direktur Senior Studi Korea di Center for the National Interest yang berbasis di Washington menggunakan akronim dari nama resmi Korea Utara .
Ketika Hwasong-15 diuji pada 2017, Pyongyang mengatakan rudal itu mampu membawa hulu ledak nuklir super-berat. Analis mengatakan pada saat itu diperkirakan akan mencapai sebagian besar daratan Amerika Serikat (AS).
Jadi senjata yang lebih besar secara teori akan memungkinkan Korea Utara menempatkan lebih banyak hulu ledak di atas daratan Amerika Serikat dengan satu peluncuran roket.
Sebelum parade, para analis bertanya-tanya apakah Korea Utara akan meluncurkan rudal balistik berbahan bakar padat selama upacara.
Baca Juga: Korsel: Korut Terindikasi Gelar Parade Militer Besar-besaran
Rudal berbahan bakar padat menawarkan keunggulan dibandingkan rudal berbahan bakar cair karena dapat bergerak tanpa truk bahan bakar yang menyertainya. Ini berarti mereka dapat diluncurkan lebih cepat dan lebih mudah disembunyikan dari satelit mata-mata.
Sebelumnya berbicara di depan tank dan peluncur rudal, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memuji militer negaranya dan mengatakan bahwa persentaan itu ada di sana untuk membela rakyat.
Lihat Juga :