BPOLBF dan IN-FLORES Rumuskan Masa Depan Ekowisata Labuan Bajo
Jum'at, 17 Juli 2026 - 14:43 WIB
loading...
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan IN-FLORES menyelenggarakan seminar nasional ekowisata Berkelanjutan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (16/7/2026). Foto/Ist
A
A
A
MANGGARAI BARAT - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan IN-FLORES menyelenggarakan seminar nasional ekowisata Berkelanjutan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (16/7/2026). Event ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pengembangan ekowisata yang berkualitas, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
Manggarai Barat memiliki modal yang sangat kuat untuk mengembangkan ekowisata melalui kekayaan bentang alam, keanekaragaman hayati, ekosistem pesisir dan laut, serta warisan budaya yang tersebar di berbagai kawasan dan desa wisata. Tingginya minat wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi peluang sekaligus tantangan untuk memastikan bahwa pengembangan destinasi tetap menjaga kelestarian lingkungan, memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat lokal, serta meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Baca juga: Labuan Bajo Masuk 10 Destinasi Wisata Terbaik di Asia 2026 Versi Condé Nast Traveler
Seminar nasional ini dibuka secara resmi oleh Sekda Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo. Dia menegaskan bahwa penguatan kelembagaan sektor pariwisata di Manggarai Barat berjalan beriringan dengan transformasi digital.
"Penguatan kelembagaan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di bidang kepariwisataan kami iringi dengan transformasi digital. Destinasi berkelas dunia tidak bisa lagi dikelola dengan cara konvensional. Karena itu kami menghadirkan aplikasi Gendang Mabar sebagai single source of truth tata kelola pariwisata yang mengintegrasikan informasi destinasi, reservasi, hingga pembayaran daring dalam satu pintu layanan," ujarnya, dikutip Jumat (17/7/2026).
Manggarai Barat memiliki modal yang sangat kuat untuk mengembangkan ekowisata melalui kekayaan bentang alam, keanekaragaman hayati, ekosistem pesisir dan laut, serta warisan budaya yang tersebar di berbagai kawasan dan desa wisata. Tingginya minat wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi peluang sekaligus tantangan untuk memastikan bahwa pengembangan destinasi tetap menjaga kelestarian lingkungan, memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat lokal, serta meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Baca juga: Labuan Bajo Masuk 10 Destinasi Wisata Terbaik di Asia 2026 Versi Condé Nast Traveler
Seminar nasional ini dibuka secara resmi oleh Sekda Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo. Dia menegaskan bahwa penguatan kelembagaan sektor pariwisata di Manggarai Barat berjalan beriringan dengan transformasi digital.
"Penguatan kelembagaan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di bidang kepariwisataan kami iringi dengan transformasi digital. Destinasi berkelas dunia tidak bisa lagi dikelola dengan cara konvensional. Karena itu kami menghadirkan aplikasi Gendang Mabar sebagai single source of truth tata kelola pariwisata yang mengintegrasikan informasi destinasi, reservasi, hingga pembayaran daring dalam satu pintu layanan," ujarnya, dikutip Jumat (17/7/2026).
Lihat Juga :