Bawaslu RI Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada Serentak di Sulut
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 05:07 WIB
loading...
Bawaslu RI Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada Serentak di Sulut
A
A
A
MANADO - Ketua Bawaslu RI Abhan mengajak semua lapisan masyarakat menyukseskan pilkada serentak di Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini ditegaskan dalam rakor membahas anti politik uang, hoax dan politisasi sara pada pemilihan gubernur, bupati dan wali kota di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2020 di Kota Manado, Jumat (9/10/2020).
“Kami melihat bahwa sukses tidaknya pilkada ini tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU bawaslu tetapi seluruh komponen bangsa,” katanya.
Dia mengingatkan akan komitmen dan integritas dalam diri KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pilkada. “Penyelenggara ini harus betul-betul memegang integritas sebagai penyelenggara harus betul-betul objektif, independen netral,” tegasnya.
(Baca juga: Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di Lima Destinasi Wisata Sulawesi Utara )
Dia mengajak kepada semua calon kepala daerah yang terlibat dalam pilkada untuk ikut memerangi hoax, SARA dan politik uang. “Saya kira ini sebuah komitmen moral baik untuk didalam pilkada tidak ada money politik, tidak ada hoax dan politisasi sara,” katanya.
“Tidak zamanya saat ini menyebar hoax dan ujaran kebencian, tidak zamannya saat ini kompetisi pilkada dengan politik uang,” sambungnya.
“Kami melihat bahwa sukses tidaknya pilkada ini tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU bawaslu tetapi seluruh komponen bangsa,” katanya.
Dia mengingatkan akan komitmen dan integritas dalam diri KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pilkada. “Penyelenggara ini harus betul-betul memegang integritas sebagai penyelenggara harus betul-betul objektif, independen netral,” tegasnya.
(Baca juga: Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di Lima Destinasi Wisata Sulawesi Utara )
Dia mengajak kepada semua calon kepala daerah yang terlibat dalam pilkada untuk ikut memerangi hoax, SARA dan politik uang. “Saya kira ini sebuah komitmen moral baik untuk didalam pilkada tidak ada money politik, tidak ada hoax dan politisasi sara,” katanya.
“Tidak zamanya saat ini menyebar hoax dan ujaran kebencian, tidak zamannya saat ini kompetisi pilkada dengan politik uang,” sambungnya.
Lihat Juga :