Tuna Sangihe, Gula Batu dan Bawang Merah Terbang ke Jepang
Kamis, 08 Oktober 2020 - 07:19 WIB
loading...
Ekspor komoditas langsung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado ke Bandara Narita, Jepang terus berlanjut dengan volume yang makin besar dan jenis yang semakin variatif. Foto Ist
A
A
A
MANADO - Ekspor komoditas langsung dari Bandara Sam Ratulangi , Manado ke Bandara Narita, Jepang terus berlanjut dengan volume yang makin besar dan jenis yang semakin variatif. Antara lain komoditas gula batu dan rempah jenis bawang merah.
Ekspor komoditas itu dilakukan melalui penerbangan langsung (direct call) memakai maskapai penerbangan Garuda Indonesia A 330-200.
Terhitung sudah tiga kali barang-barang hasil pertanian dan perikanan Sulawesi Utara dan daerah lainnya di kawasan Indonesia Timur diekspor ke Jepang.
”Ini yang ketiga kali sejak diluncurkan oleh Pak Gubernur. Kami terus menggalakkan para nelayan dan petani untuk memanfaatkan jalur ekspor ini,” ujar Tineke Adam, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut usai mengikuti proses pengiriman langsung di Bandara Sam Ratulang, Rabu (7/10/2020). (Baca: Raih Indonesia Award (AI)-IV 2020 , Olly: Berkat Dukungan dan Soliditas Masyarakat Sulut)
Ekspor perdana ke Jepang dilepas oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey pada Rabu, 23 September 2020 berkenaan dengan HUT Provinsi ke 56. Saat itu komoditas yang diekspor meliputi hasil perikanan senilai USD66.000, ditambah 4,5 ton ikan dari Ambon, serta 100 kg sampel komoditas pertanian Sulut berupa nanas, bawang merah, pala, dan komoditi lainnya.
Adapun ekspor kedua dilepas pada Rabu, 30 September 2020 dengan jumlah yang bertambah. Meliputi komoditas ikan tuna, ikan nila, lobster dengan total 6.1 Ton serta sampel pertanian 90 Kg.
Nah, untuk tahap ketiga angkanya bertambah menjadi lebih dari 9,1 ton, naik dibanding sebelumnya sebanyak 6,1 ton lebih. (Bisa diklik: Jual Gadis Belia untuk Pemuas Seks, 3 Pemuda Dibekuk Polisi)
Ekspor komoditas itu dilakukan melalui penerbangan langsung (direct call) memakai maskapai penerbangan Garuda Indonesia A 330-200.
Terhitung sudah tiga kali barang-barang hasil pertanian dan perikanan Sulawesi Utara dan daerah lainnya di kawasan Indonesia Timur diekspor ke Jepang.
”Ini yang ketiga kali sejak diluncurkan oleh Pak Gubernur. Kami terus menggalakkan para nelayan dan petani untuk memanfaatkan jalur ekspor ini,” ujar Tineke Adam, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut usai mengikuti proses pengiriman langsung di Bandara Sam Ratulang, Rabu (7/10/2020). (Baca: Raih Indonesia Award (AI)-IV 2020 , Olly: Berkat Dukungan dan Soliditas Masyarakat Sulut)
Ekspor perdana ke Jepang dilepas oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey pada Rabu, 23 September 2020 berkenaan dengan HUT Provinsi ke 56. Saat itu komoditas yang diekspor meliputi hasil perikanan senilai USD66.000, ditambah 4,5 ton ikan dari Ambon, serta 100 kg sampel komoditas pertanian Sulut berupa nanas, bawang merah, pala, dan komoditi lainnya.
Adapun ekspor kedua dilepas pada Rabu, 30 September 2020 dengan jumlah yang bertambah. Meliputi komoditas ikan tuna, ikan nila, lobster dengan total 6.1 Ton serta sampel pertanian 90 Kg.
Nah, untuk tahap ketiga angkanya bertambah menjadi lebih dari 9,1 ton, naik dibanding sebelumnya sebanyak 6,1 ton lebih. (Bisa diklik: Jual Gadis Belia untuk Pemuas Seks, 3 Pemuda Dibekuk Polisi)
Lihat Juga :