Ridwan Kamil Sebut Vaksin Impor untuk Tenaga Medis Tersedia Bulan Depan
Kamis, 08 Oktober 2020 - 04:29 WIB
loading...
A
A
A
“Setiap ada zona merah, dukungan dari Jawa Barat berlipat-lipat. Dua Minggu lalu Cirebon merah, sekarang tidak karena resources, SDM kita gempur ke sana, ini juga sama. Bogor kita akan dukung berlipat-lipat di sini. Mudah-mudahan bisa terus menekan dan kita komitmen untuk selalu bersama dengan Jakarta dan Banten, di Jabodetabek ini agar satu irama dalam pengendalian,” jelasnya.
Salah satu dukungan Jawa Barat, kata dia, adalah peningkatan kapasitas rumah sakit supaya tetap dalam standar WHO di bawah 60 persen.
“Sekarang rata-rata di Bodebek sudah di atas 60 persen. Kita juga akan memberikan dukungan terkait ada kecenderungan risiko di klaster rumah itu 10 kali lipat lebih berbahaya. Maka isolasinya kalau rumahnya tidak memungkinkan kita akan tarik tinggal di fasilitas negara, gedung negara, bahkan hotel yang sedang kita siapkan. Mudah-mudahan dengan strategi ini bisa membantu,” terang dia.
Terkait vaksin, lanjut Emil, ada dua jenis yang akan digunakan nanti, yakni vaksin yang diimpor langsung dan vaksin yang diproduksi dari Biofarma. (Baca juga: 5 Pegawai RSUD Cideres Majalengka Positif COVID-19, 3 di Antaranya Nakes)
“Yang diimpor langsung menurut pemerintah pusat akan datang di bulan depan, fokus untuk tenaga kesehatan. Kalau yang diproduksi dalam negeri sedang dalam proses tes ketiga, seperti yang saya lakukan (jadi relawan vaksin). Baru Desember nanti keputusan berhasil atau tidaknya,” jelas Emil.
Salah satu dukungan Jawa Barat, kata dia, adalah peningkatan kapasitas rumah sakit supaya tetap dalam standar WHO di bawah 60 persen.
“Sekarang rata-rata di Bodebek sudah di atas 60 persen. Kita juga akan memberikan dukungan terkait ada kecenderungan risiko di klaster rumah itu 10 kali lipat lebih berbahaya. Maka isolasinya kalau rumahnya tidak memungkinkan kita akan tarik tinggal di fasilitas negara, gedung negara, bahkan hotel yang sedang kita siapkan. Mudah-mudahan dengan strategi ini bisa membantu,” terang dia.
Terkait vaksin, lanjut Emil, ada dua jenis yang akan digunakan nanti, yakni vaksin yang diimpor langsung dan vaksin yang diproduksi dari Biofarma. (Baca juga: 5 Pegawai RSUD Cideres Majalengka Positif COVID-19, 3 di Antaranya Nakes)
“Yang diimpor langsung menurut pemerintah pusat akan datang di bulan depan, fokus untuk tenaga kesehatan. Kalau yang diproduksi dalam negeri sedang dalam proses tes ketiga, seperti yang saya lakukan (jadi relawan vaksin). Baru Desember nanti keputusan berhasil atau tidaknya,” jelas Emil.
Lihat Juga :