Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja Potensi Timbulkan Klaster COVID-19 Baru
Rabu, 07 Oktober 2020 - 20:06 WIB
loading...
Ahli Epidemiologi asal Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Ridwan. Foto: Dokumen pribadi
A
A
A
MAKASSAR - Ahli Epidemiologi asal Universitas Hasanuddin (Unhas) , Prof Ridwan Amiruddin menilai, potensi ledakan kasus COVID-19 berpeluang besar terjadi akibat aksi demontrasi penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau omnibus law beberapa hari terakhir.
Kemunculan klaster baru COVID-19 tidak menutup kemungkinan terjadi jika aktivitas mobilisasi massa saat demonstrasi, tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan . Diketahui, aksi demo penolakan UU Cipta Kerja terjadi di beberapa wilayah di Sulsel, termasuk di Kota Makassar.
"Itu yang kami khawatirkan. Peserta demo sudah hampir tidak peduli kesehatannya. Ini a hungry man, easy to be angry man," ujar Ridwan kepada SINDOnews, Rabu (7/10/2020).
Baca juga: Sulsel Keluar dari Zona Merah Pandemi COVID-19
Apalagi, aksi demonstrasi ini dilakukan di beberapa titik Kota Makassar, yang notabene sebagai wilayah episentrum penularan COVID-19 di Sulsel. Kondisi itulah yang dikhawatirkan berpotensi memunculkan klaster Cipta Kerja.
Kemunculan klaster baru COVID-19 tidak menutup kemungkinan terjadi jika aktivitas mobilisasi massa saat demonstrasi, tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan . Diketahui, aksi demo penolakan UU Cipta Kerja terjadi di beberapa wilayah di Sulsel, termasuk di Kota Makassar.
"Itu yang kami khawatirkan. Peserta demo sudah hampir tidak peduli kesehatannya. Ini a hungry man, easy to be angry man," ujar Ridwan kepada SINDOnews, Rabu (7/10/2020).
Baca juga: Sulsel Keluar dari Zona Merah Pandemi COVID-19
Apalagi, aksi demonstrasi ini dilakukan di beberapa titik Kota Makassar, yang notabene sebagai wilayah episentrum penularan COVID-19 di Sulsel. Kondisi itulah yang dikhawatirkan berpotensi memunculkan klaster Cipta Kerja.
Lihat Juga :