Tolak Omnibus Law, Puluhan Buruh di Mojokerto Mogok Kerja

Selasa, 06 Oktober 2020 - 20:23 WIB
loading...
Tolak Omnibus Law, Puluhan...
Puluhan buruh pabrik saat melakukan aksi mogok kerja di Kawasan Ngoro Industri Parsada (NIP) di Kabupaten Mojokerto.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A A A
MOJOKERTO - Puluhan buruh perusahaa di Kawasan Ngoro Industri Parsada (NIP) di Kabupaten Mojokerto, Jatim melakukan mogok kerja. Mereka menolak disahkannya Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

Selain melakukan mogok kerja para buruh di beberapa pabrik ini juga membentangkan poster di pabrik. Selain itu, para buruh juga bergantian menyampaikan orasi menolak regulasi yang dianggap tidak berpihak kepada kaum buruh itu. (Baca juga: Dikirimi Karangan Bunga Kematian, DPRD Blitar Pilih Membisu)

Utamanya kaum buruh perempuan. Mereka merasa sangat dirugikan sebab disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja menghilangkan beberapa hak cuti kaum buruh. Diantaranya hak cuti sakit, cuti kawinan, khitanan atau cuti baptis, cuti kematian, cuti melahirkan, hingga tidak ada kompensasi cuti hamil. (Baca juga: Hanya Gara-Gara Telepon, Istri Tewas Dicekik dan Ditikam Suami)

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di PT Dwi Prima Sentosa Siti Munawaroh, menegaskan pihaknya sengaja melakukan aksi demo sekaligus mogok kerja ini. Lantaran mereka ingin menyuarakan penolakan Omnibus Law yang disahkan DPR RI dan pemerintah saat rapat paripurna kemarin Senin, 5 Oktober 2020.

"Kita secara tegas menolak Omnibus Law, sehingga kami kompak melakukan aksi mogok di depan pabrik ini," ungkapnya saat berada di depan pabrik PT DPS yang di jaga sejumlah aparat, Selasa (6/10/2020).

Siti dan puluhan buruh mayoritas wanita ini, mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan tempatnya bekerja. Mereka akan melaksanakan aksi mogok kerja selama 3 hari sejak Selasa, 6 Oktober 2020 hingga Kamis, 8 Oktober 2020 nanti. Selain bentuk penolakan terhadap disahkannya Omnibus Low, aksi kali ini merupakan Hari Mogok Nasional bagi para buruh.

"Kita aksi di depan perusahaan masing-masing saja, cuman dua saja kok. Kita sebagai buruh perempuan gak mau dong kalau cuti melahirkan itu dihapus. Soalnya perempuan pasti kan melahirkan dan itu ada di dalam Omnibus law," tegasnya.

Sementara itu, Konsulat Cabang FSPMI Mojokerto Ardian Safendra menegaskan bahwa, Omnisbus Law Undang-undang Cipta Kerja tidak berpihak kepada buruh. Diantaranya hilangnya UMSK, nilai pesangon yang di turunkan, serta tidak adanya batasan rekrutmen tenaga kerja melalui sistem outsourching.

"Ini mencederai hati kaum buruh, pemerintah hanya berpihak pada pemilik modal. Oleh karena itu kami akan siap terus untuk melawan," tandas Ardian.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waduh! Hakim Mogok Massal...
Waduh! Hakim Mogok Massal Sepekan, Ratusan Sidang di PN Bale Bandung Tertunda
May Day 2024, Buruh...
May Day 2024, Buruh di Malang: Cabut UU Cipta Kerja dan Hapus Outsourcing
Aksi Mogok Dokter di...
Aksi Mogok Dokter di RSUD Gowa Berakhir Usai Insentif Dijanjikan Segera Dibayar
7 Bulan Tak Digaji,...
7 Bulan Tak Digaji, Dokter Mogok Kerja hingga Layanan RSUD Syekh Yusuf Gowa Lumpuh
Hadapi Bonus Demografi,...
Hadapi Bonus Demografi, Pengamat Ketenagakerjaan Minta Pemerintah Perluas Lapangan Kerja
Ratusan Tenaga Medis...
Ratusan Tenaga Medis RSUD Chasan Boesoirie Ternate Mogok Kerja Duduki IGD
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Tindak Lanjuti Putusan...
Tindak Lanjuti Putusan MK, Dasco: DPR dan Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Berita Terkini
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved