Risma Dinilai Tak Netral, Warga Perlu Awasi Anggaran Pemkot
Minggu, 04 Oktober 2020 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, selama ini Risma sebagai Wali Kota Surabaya , melakukan perbuatan atau kebijakan yang menguntungkan pasangan calon Eri Cahyadi dan Armuji. Hal ini sudah bertentangan dengan pasal 71 ayat 3 UU No. 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur dan wakilnya, bupati dan wakilnya, dan wali kota dan wakilnya.
"Wali kota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain terhitung sejak enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon," paparnya.
Dugaan penyalahgunaan anggaran itu kian menguat dengan adanya praktik politik anggaran yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya , untuk mempersiapkan memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 1. Paslon yang di usung oleh PDIP, Eri Cahyadi-Armuji ini merupakan anak emas di Wali Kota Surabaya , Tri Rismaharini.
(Baca juga: Istri Nonton Film Bokep Kiriman Teman Laki-laki, Suami Kalap )
Pemanfaat anggaran dana APBD yang diduga dipolitisir, salah satunya anggaran untuk kampung tangguh wani jogo Suroboyo. Sejak pandemi COVID-19 April lalu, masyarakat berjuang sediri. Selama hampir lima bulan masyarakat menggunakan dana pribadi untuk kampung tangguh dan tidak ada bantuan dari Pemkot Surabaya .
"Wali kota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain terhitung sejak enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon," paparnya.
Dugaan penyalahgunaan anggaran itu kian menguat dengan adanya praktik politik anggaran yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya , untuk mempersiapkan memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 1. Paslon yang di usung oleh PDIP, Eri Cahyadi-Armuji ini merupakan anak emas di Wali Kota Surabaya , Tri Rismaharini.
(Baca juga: Istri Nonton Film Bokep Kiriman Teman Laki-laki, Suami Kalap )
Pemanfaat anggaran dana APBD yang diduga dipolitisir, salah satunya anggaran untuk kampung tangguh wani jogo Suroboyo. Sejak pandemi COVID-19 April lalu, masyarakat berjuang sediri. Selama hampir lima bulan masyarakat menggunakan dana pribadi untuk kampung tangguh dan tidak ada bantuan dari Pemkot Surabaya .
Lihat Juga :