Peringati Hari Batik, Paslon NUrani Berkomitmen Angkat Potensi Batik Kendal Mendunia
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 19:06 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, untuk mengangkat batik khas Kendal ada banyak PR yang akan dia lakukan. Namun demikian, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada bupati Kendal dari masa Mirna Annisa hingga Widya Kandi Susanti yang menurutnya telah mendukung kelangsungan batik khas Kendal.
“Kami akan tingkatkan lagi agar ke depannya lebih berkembang, melalui support permodalan, jaringan pasar, dan tentunya semua ditopang dengan kebijakan dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Sementara itu, calon wakil bupati Yekti Handayani, yang berprofesi sebagai pengusaha dan guru tidak tetap (GTT), mengaku prihatin dengan kelangsungan sektor UMKM yang kesulitan bertahan di tengah situasi pandemi. Akibat pandemi banyak UMKM yang gulung tikar karena produksi tidak diimbangi serapan pasar yang memadai.
“Pandemi ini memang banyak sekali dampaknya, di dunia usaha, khususnya para pelaku UMKM, banyak yang terpaksa banting setir. Untuk UMKM batik, contohnya, banyak mengeluh karena pasar sepi. Mau terus produksi tapi sepi pembeli, modalnya dari mana,” terang Yekti.
Untuk mendorong pengembangan UMKM, belajar dari situasi hari ini, pihaknya mengaku akan menyiapkan program pendampingan, termasuk kepada para pengrajin batik. Dengan UMKM berkembang, maka akan mampu mengangkat perekonomian masyarakat.
“Kami akan tingkatkan lagi agar ke depannya lebih berkembang, melalui support permodalan, jaringan pasar, dan tentunya semua ditopang dengan kebijakan dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Sementara itu, calon wakil bupati Yekti Handayani, yang berprofesi sebagai pengusaha dan guru tidak tetap (GTT), mengaku prihatin dengan kelangsungan sektor UMKM yang kesulitan bertahan di tengah situasi pandemi. Akibat pandemi banyak UMKM yang gulung tikar karena produksi tidak diimbangi serapan pasar yang memadai.
“Pandemi ini memang banyak sekali dampaknya, di dunia usaha, khususnya para pelaku UMKM, banyak yang terpaksa banting setir. Untuk UMKM batik, contohnya, banyak mengeluh karena pasar sepi. Mau terus produksi tapi sepi pembeli, modalnya dari mana,” terang Yekti.
Untuk mendorong pengembangan UMKM, belajar dari situasi hari ini, pihaknya mengaku akan menyiapkan program pendampingan, termasuk kepada para pengrajin batik. Dengan UMKM berkembang, maka akan mampu mengangkat perekonomian masyarakat.
(alf)
Lihat Juga :